Buku Tamu

Kirimkan kritik dan saran untuk blog ini, silahkan kirim email ke kesini : sultankelantan@ymail.com ShoutMix chat widget

Sabtu, 04 September 2010

Bukan Hanya Suka Maling Ternyata Nipu Juga

Jakarta – Judith, salah satu praktisi IT, menerima banyak sekali laporan mengenai penipuan yang dilakukan jaringan penipu pengobral cinta, Nigerian Sweetheart Scam. Judith pun berusaha mencari tahu siapa sesungguhnya penipu itu.
Judith memulai dengan melacak  internet protocol (IP) Address yang digunakan para pria yang mengaku bule kaya raya itu untuk merayu para korbannya. Hasilnya mencengangkan. 99 Persen IP Address itu berada di Malaysia.
"99 Persen dari Malaysia, hanya satu persen dari Nigeria," kata Judith saat berbincang dengan detikcom, Jumat (3/9/2010). Judith memiliki semua data-data tersebut.
Judith mengatakan penipuan dengan modus seperti itu mulai marak sejak tahun 2007. Hingga kini, korban-korban masih terus berjatuhan.
Judith mengatakan, para penipu ini sangat lihai menggunakan teknologi internet untuk melakukan penipuan. Salah satunya, gerombolan penipu yang diduga adalah orang-orang Nigeria, India, yang tinggal di Malaysia ini menggunakan telepon voice over internet protocol (Voip) agar sulit terlacak.
"Dengan teknologi ini, sangat sulit untuk dilacak, tapi bukan berarti tidak bisa ya," kata Judith.
Judith pun berharap, polisi tidak tinggal diam dengan masalah ini. Jika dibiarkan, penipuan dengan modus operandi seperti ini akan terus merajalela dan tidak akan pernah tersentuh hukum.
"Ini PR untuk para penegak hukum, bagaimana mereka bisa melacak kasus ini," kata Judith.
(ken/nrl)

Batalion 641 Beruang Berangkat Ke Perbatasan Malaysia


SINGKAWANG, TRIBUN – Komandan Brigade Infanteri 19/Khatulistiwa, Letkol Inf Rochadi, melepas satu batalion plus 641 Beruang, yang akan bertugas di perbatasan RI-Malaysia.

"Rencananya penugasan ini pascalebaran. Karena berbagai dinamika dan lain hal, kita berangkatkan sekarang. Ini perintah dari Mabes TNI," jelas Rochadi, kepada Tribun, Rabu (1/9).

Batalion ini akan menggantikan Batalion 642 Sintang, yang sebelumnya ditugaskan diperbatasan RI-Malaysia.

Para personil tersebut menempati 31 pos yang ada di perbatasan, diantanya, Entikong, Kabupaten Sanggau, Tanjung Datuk, Badau, Sajingan, Bengkayang, Sambas dan daerah lain yang berbatasan langsung dengan Malaysia.

"Ini tugas mulia, prajurit harus bangga mengemban amanah ini, ini bentuk pengabdian kepada Nusa dan Bangsa, jangan kecil hati, kalau kecil hati, lebih baik mundur dari prajurit, kalau sudah tugas, besok lebaran, sekarang ditugaskan, harus berangkat," tegas Rochadi lagi.

Rochadi juga meminta kepada para istri prajurit untuk mendukung sepenuhnya para suami yang bertugas dan senantiasa berdoa terhadap keselamatan para prajurit.

Inilah Pidato Bung Karno Untuk Malaysia


JAKARTA – Perseteruan antara Indonesia dan Malaysia kembali mencuat. Ketegagan negeri serumpun kali ini dipicu dari ditangkap dan disiksanya tiga petugas kelautan Indonesia oleh kepolisian Malaysia.

Kejadian ini mengingatkan kita akan sejarah. Dimana, pada tahun 1962-1966 Indonesia juga sempat terlibat cekcok dengan Negri Jiran. Kala itu, persoalan dipicu ulah Malaysia yang dahulu dikenal dengan Persekutuan Tanah Melayu ingin menggabungkan Brunei, Sabah, dan Serawak menjadi Federasi Malaysia.

Tindakan tersebut, sontak saja dikecam oleh Presiden Indonesia yang kala itu dijabat Soekarno. Bung Karno menilai, Malaysia adalah boneka Inggris, dan langkah tersebut akan mengganggu keamanan di Indonesia. Bung Karno memproklamirkan gerakan ”Ganyang Malaysia” melalui pidato bersejarah pada 12 April 1963. Berikut kutipan pidato Sang Proklamator Indonesia tersebut;

Kalau kita lapar itu biasa
Kalau kita malu itu juga biasa
Namun kalau kita lapar atau malu itu karena Malaysia, kurang ajar!

Kerahkan pasukan ke Kalimantan hajar cecunguk Malayan itu!
Pukul dan sikat jangan sampai tanah dan udara kita diinjak-injak oleh Malaysian keparat itu.

Doakan aku, aku kan berangkat ke medan juang sebagai patriot Bangsa, sebagai martir Bangsa dan sebagai peluru Bangsa yang tak mau diinjak-injak harga dirinya.

Serukan serukan ke seluruh pelosok negeri bahwa kita akan bersatu untuk melawan kehinaan ini kita akan membalas perlakuan ini dan kita tunjukkan bahwa kita masih memiliki gigi yang kuat dan kita juga masih memiliki martabat.

Yoo… ayoo… kita… Ganjang…
Ganjang… Malaysia…
Ganjang… Malaysia
Bulatkan tekad
Semangat kita badja
Peluru kita banjak
Njawa kita banjak
Bila perlu satoe-satoe!

Menyikapi pidato Bung Karno, Malaysia pun murka. Mereka mendemo Kedubes RI di Kualalumpur dan merobek-robek foto Soekarno. Bahkan, demonstran juga sempat membawa lambang burung garuda kepada Tunku Abdul Rahman dan meminta agar dia menginjaknya.

Namun, polemik tersebut mereda setelah posisi Soekarno digantikan Soeharto. Pada 28 Mei 1966, Indonesia dan Malaysia pun sepakat untuk berdamai, dan penandatanganan perdamaian dilakukan pada 11 Agustus.
(teb)

Waspada! Malaysia Kirim Kopi Narkoba Ke Indonesia


INILAH.COM, Jakarta – Satuan Reserse Narkoba Jakarta Barat menggrebek sebuah gudang di daerah Dadap, Tangerang, milik LCW, yang menjadi tempat penyimpanan kopi bercampur narkoba buatan Malaysia.

Kapolres Jakarta Barat, Kombes Yazid Fanani mengatakan, LCW menjual kopi campuran narkoba jenis kethamine. Dari tangan WNI, polisi menyita 20 paket kopi narkoba.

"Ya, kita memang ada penangkapan," kata Kapolres Jakarta Barat, Kompol Yazid Fanani saat dihubungi, Rabu (1/9).

Sementara itu, Kasat Narkoba Polres Jakarta Barat, Kompol Kristian Siagian mengatakan, kopi narkoba yang disita tersebut bermerk King White`.

"Sampulnya produk Malaysia. Campuran kethaminenya belum tahu berapa banyak," jelasnya.

Kristian Siagian, kasus ini akan terus ditelusuri. "Kopi bercampur narkoba ini jangan sampe beredar ke masyarakat nantinya," ujar Kristian Siagian.

Sebelumnya, Satuan Reserse Nakorba Polres Metro Jakarta Barat menggerebek pabrik sabu-sabu di Jalan Duri Kosambi Baru, Perumahan Kosambi Baru Blok E4 nomor 12, Kelurahan Duri Kosambi, Kecamatan Cengkareng. Jakarta Barat, Senin pagi

Polisi menyita 15 kg bahan sabu-sabu dan 3 ons sabu-sabu siap edar serta alat-alat pembuat sabu-sabu lainnya. Harga bahan baku obat terlarang itu mencapai miliaran rupiah.

Tersangka AW alias Acun (49) hingga kini masih diperiksa. Menurut pengakuannya kepada polisi, ia sudah 8 bulan menjalankan usaha ilegal itu.

"Rumah yang dijadikan pabrik sabu-sabu adalah miliknya dan ia tinggal bersama istrinya yang sekarang mengidap penyakit kanker tulang," ungkap Kristian Siagian di Polres Jakarta Barat. [bar/mah]

Inilah.com

Cyber War Telah Di Mulai

 
Jakarta – Ramainya kontroversi Indonesia-Malaysia dijadikan alasan sejumlah kalangan untuk melakukan aksi usil pada beberapa situs milik negeri serumpun itu. Forum online dan jejaring sosial pun ramai membicarakannya.
Informasi yang diterima detikINET, Selasa (31/8/2010), menyebutkan ada beberapa aksi mengubah tampilan pada situs web yang berasal dari Malaysia.
"Saat ini hacker indonesia sedang melancarkan serangan cyber ke Malaysia, tak kurang dari 150 situs lebih telah berhasil di-hack oleh hacker-hacker indonesia," sebut seorang pembaca lewat email.
Sebuah grup di Facebook pun menjadi tempat berkumpul dalam melakukan aksi ini. Halaman Facebook tersebut jadi tempat berbagi informasi aksi yang telah dilakukan, pesan-pesan dukungan hingga situs mana yang 'terbuka'.
Di forum online Kaskus, informasi soal situs-situs Malaysia yang konon menjadi korban pun telah dipampangkan. Ada 130-an situs yang disebut-sebut telah dikerjai.
Aksi tersebut agaknya sengaja dilakukan bertepatan dengan hari ulang tahun kemerdekaan Malaysia, 31 Agustus.
( wsh / wsh )

Ganyang Malaysia, Mahasiswa Siap Perang


Jombang (beritajatim.com) – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam KAMMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia) Jombang menggelar aksi mimbar bebas 'Ganyang Malaysia' di halaman gedung DPRD setempat, Minggu (29/8/2010) petang. Mereka juga menyatakan siap berangkat ke medan laga menghadapi negeri jiran Malaysia.
 
Aksi ini dilakukan dengan cara berorasi secara bergantian di mimbar yang sudah disediakan. Dalam orasinya, mahasiswa mengecam arogansi Malaysia. Selain itu, mereka juga menyayangkan lembannya presiden SBY dalam merespon gejolak tersebut.
"Negara kita sudah dilecehkan oleh Malaysia. Hal itu terbukti dengan adanya 21 hak milik Indonesia yang di klaim oleh Malaysia. Mulai dari tari pendet, naskah kuno, hingga masakan rendang. Untuk itu kami sepakat mengganyang Malysia," kata Khoirul Irham, koordinator aksi.
Selain berorasi, mahasiswa juga menggelar adegan teatrikal. Dalam adegan tersebut digambarkan sejumlah TKI (Tenaga Kerja Indonesia) yang mendapat perlakukan tidak senonoh dari bangsa Malaysia. TKI tersebut dihajar dan disiksa. Namun ironis, seorang lelaki gemuk dengan dada bertuliskan SBY tidak mampu berbuat banyak. Pria tersebut hanya melihat aksi penyiksaan TKI.
Diakhir acara, mahasiswa membubuhkan tanda tangan diatas kain putih bertuliskan ganyang Malaysia. "Jika jalan diplomasi buntu, maka kami siap perang dengan Malaysia. Kami juga akan membentuk posko bela negara," lanjut Khoirul.
Selain para mahasiswa, anggota DPRD yang hadir dalam aksi tersebut, yakni Fauzi Makarim, juga ikut mendukung aksi ganyang Malaysia itu. "Kami mendukung apa yang disuarakan adik-adik mahasiswa," ujar Fauzi yang juga anggota Fraksi Partai Demokrat DPRD Jombang ini. [suf/kun]

Masyarakat Indonesia Santuni Anak Yatim Malaysia

 
Jakarta – Ditengah gejolak hubungan Indonesia-Malaysia, sejumlah masyarakat Indonesia di negeri jiran justru berbagi kebaikan. Masyarakat Indonesia di Kuala Lumpur, Malaysia, berbagi kenikmatan Ramadan dengan kaum dhuafa di sekitarnya.
Unit Pelayanan Zakat (UPZ) BAZNAS cabang Malaysia dan Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) di International Islamic University of Malaysia (IIUM) bekerjasama dengan beberapa organisasi masyarakat Indonesia lainnya, memberikan santunan kepada anak-anak yatim piatu warga negara Malaysia.
"Dana bantuan UPZ yang dikumpulkan dari zakat WNI di Malaysia adalah dana umat yang harus disalurkan kepada para mustahiq, dimana fakir miskin adalah termasuk di dalamnya," kata Ketua UPZ BAZNAS Malaysia, Dr Iis Sofyan dalam keterangan persnya kepada detikcom, Senin (30/8/2010).
Pemberian santunan dikemas dalam acara buka puasa bersama 45 anak yatim piatu dari Panti Asuhan Titian Kasih, Kuala Lumpur di kampus IIUM, Jumat (26/8/2010). Acara diakhiri dengan pemberian bantuan dana dari UPZ, dan hasil sumbangan mahasiswa Indonesia. Dana yang terkumpul mencapai RM 3.000.
Pemberian bantuan kepada anak-anak panti asuhan Malaysia menjadi bukti kalau masyarakat Indonesia yang bermukim di Malaysia tidak terlalu terpengaruh dengan konflik Indonesia-Malaysia yang lagi memanas saat ini.
“Pengumpulan dana ini justru sebagai bentuk diplomasi kita sebagai jati diri bangsa Indonesia yang sangat dipengaruhi nilai-nilai agama dan semangat gotong-royong, kita buktikan bahwa bangsa Indonesia tidaklah seburuk seperti dicitrakan oleh media-media lokal selama ini," tegas Iis.
Sementara itu Ketua Panitia Safri Haliding, mengatakan pihaknya sangat bersyukur bisa mengorganisir pengumpulan dana dan mengundang anak yatim piatu untuk berbuka bersama di tengah kesibukan menjelang ujian semester kuliah.
"Pengumpulan dana dengan metode dari celengan ke celengan ini adalah wujud partisipasi mahasiswa Indonesia di IIUM untuk berbagi kepada orang yang kurang mampu. Ringgit celengan kita adalah senyum buat mereka," ujar Mahasiswa S2 Program Ekonomi IIUM ini.
Perwakilan dari Panti Asuhan, Aminarti mengungkapkan banyak terima kasih kepada para mahasiswa Indonesia yang telah mengundang mereka untuk berbuka bersama. "Saya dan anak-anak panti asuhan Titian Kasih sangat terharu dengan keikhlasan mahasiswa Indonesia yang telah mengumpulkan bantuan dan menyalurkannya kepada kami,” ungkapnya.
(rmd/van)

Kenapa Harus Takut Boikot Produk Malaysia?

 Jakarta – Memanasnya hubungan Indonesia dengan
Malaysia, mendapat reaksi semua pihak di Tanah Air. Para pedagang pasar
yang tergabung dalam Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI)
mendesak perlu adanya boikot produk Malaysia di Indonesia sebagai upaya
memberikan 'pelajaran' bagi pemerintah Malaysia.
“Kalau kita memang diledek-ledek, kenapa kita harus takut melakukan
boikot produk Malaysia, jangan takut lah,” kata Sekjen APPSI Ngadiran
saat dihubungi detikFinance, Senin (30/8/2010).

Ngadiran menjelaskan selama ini entitas bisnis maupun produk
Malaysia di Indonesia bisa ditemui melalui produk-produk konsumer
seperti makanan minuman, elektronik, operator seluler, produk perbankan
dan lain-lain.

Menurut Ngadiran, dengan adanya upaya boikot, bukan hanya untuk
memberikan shock bagi pemerintah Malaysia , namun bisa menjadi sarana
yang bisa membuat Indonesia bisa mandiri.

Selama ini kata dia, ketergantungan masyarakat perbatasan Indonesia
dengan produk Malaysia sangat tinggi, padahal produk-produk itu pun
statusnya ilegal.

“Boikot wajib dilakukan, nggak usah takut. Supaya kita cepat mandiri,” katanya.

Meski ia mengakui posisi tawar Indonesia lemah dari sisi adanya 2
juta tenaga kerja di Indonesia di Malaysia. Namun ia berharap jika
memang perlu, penarikan kembali TKI ke Tanah Air bisa saja dilakukan.

Ia menegaskan Presiden SBY harus menyikapi masalah ini secara
serius. Bahkan dengan ekstrim, Ngadiran berpendapat jika dubes dan Menlu
Indonesia yang saat ini bertugas begitu lemah, jika perlu dicopot.

“Saya sudah lama gemes, sejak kasus Ambalat lalu,” katanya.

Seperti diketahui sikap pemerintah Malaysia terkesan arogan dari
pernyataan-pernyataan pejabat pemerintah Malaysia. Seperti Menlu
Malaysia yang secara terang-terangan tak akan meminta maaf kepada
Indonesia terkait kasus penangkapan 3 pegawai kelautan Indonesia dan 7
nelayan Malaysia.

Bahkan akhir pekan lalu PM Najib menyampaikan beberapa pernyataan
yang cukup kontroversial seperti reaksi pernyataan dari surat Presiden
SBY yang belum sempat dibaca, namun sudah dikomentari Najib.

“Saya yakin Presiden Indonesia menyampaikan kekecewaannya atas
situasi yang berkembang dan demonstrasi-demonstrasi yang terjadi
seharusnya tidak dikaitkan dengan pemerintah Indonesia. Pemerintah
Indonesia sadar ada 2 juta warganya yang bekerja di Malaysia dan ada
investasi besar oleh perusahaan-perusahaan Malaysia (di Indonesia),” komentar PM Najib.

Hal ini dikatakan Najib pada Sabtu kemarin seperti dilansir media Malaysia, The Star, Minggu (29/8/2010).



(hen/dro)

TPI Siap Hentikan Upin-Ipin!

Jakarta – Televisi Pendidikan Indonesia (TPI) menghormati usulan Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan untuk menghentikan program tayangan Upin-Ipin, sebagai gertakan ringan pada Malaysia. TPI akan menghentikan tayangan edukatif itu jika ada keputusan embargo pemerintah terhadap produk Malaysia.

"Kita akan lihat, kalau itu keputusan politik, dari putusan pemerintah (meminta) kita harus melakukan embargo produk Malaysia, kita akan taati," ujar Corporate Secretary TPI, Wijaya Kusuma Soebroto, kepada detikcom, Senin (30/8/2010).

Wijaya menuturkan Upin-Ipin merupakan salah satu program unggulan TPI. Wijaya mengaku bukannya menolak usulan Taufik itu, namun selama tidak ada keputusan embargo dari pemerintah, tentunya pertimbangan bisnis harus dipikirkan.

Wijaya menambahkan, hingga kini pihaknya belum menemukan animator Indonesia yang memiliki kreativitas setara dengan Upin-Ipin. Miniseri Upin-Ipin itu bersifat universal.

"Upin-Ipin itu berlaku universal. Kita ambil Upin-Ipin juga karena banyak nilai moral dan pembelajaran dalam film itu. Seperti mengajarkan cuci tangan sebelum makan," kata Wijaya.

Sebelumnya, Wakil Ketua Taufik Kurniawan mengusulkan stasiun televisi untuk menghentikan tayangan Upin-Ipin yang menunjukkan representasi industri Malaysia. Dengan melarang stasiun TV menayangkan film ini, Taufik meyakini Pemerintah Malaysia akan memahami semangat Indonesia menjaga kedaulatan.

"Tentunya paling tidak Pemerintah Indonesia harus mencoba gertakan diplomasi yang enteng-enteng seperti memblokir film seri Upin-Ipin yang dibuat Malaysia," usulnya. (nik/nrl)

UMM Tolak Calon Dokter Dari Malaysia


Malang – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dengan tegas menolak mahasiswa dari Malaysia menimba ilmu di bidang kedokteran dan farmasi. Pasalnya, peralatan canggih dan biaya mahal milik negara di Fakultas Kedokteran hanya sarana belajar mahasiswa dalam negeri.

"Kami secara jelas menolak mahasiswa dari Malaysia, begitu juga dari negara lain. Karena fasilitas kita gunakan bukan untuk memberikan ilmu kepada bangsa lain. Dan juga melanggar peraturan untuk melakukan itu," kata Rektor UMM Muhajjir Efendi kepada wartawan di Kampus UMM Jalan Raya Sumbersari, Senin (30/8/2010).

Muhajjir membantah sikap ini terkait hubungan yang tengah memanas antara Indonesia dengan negeri jiran itu. Namun hal itu merupakan kebijakan dari UMM
sendiri. "Kalau belajar di jurusan dan fakultas lain, kami persilahkan saja," terangnya.

Sampai saat ini, kata dia, sekitar 20 mahasiswa asal Malaysia telah belajar di lembaga pendidikan dipimpinnya itu. Mereka belajar di fakultas dan jurusan selain kedokteran dan farmasi. "Ada 20 mahasiswa Malaysia yang belajar di sini, tapi tidak di fakultas kedokteran dan jurusan farmasi," ungkapnya.

Muhajjir menyesalkan universitas negeri yang memberikan keleluasaan terhadap mahasiswa asing belajar di Fakultas Kedokteran dan jurusan farmasi. Padahal fasilitas itu milik negara dan dilarang keras dipergunakan untuk orang asing. Negara-negara maju telah menerapkan langkah tersebut dengan melarang mahasiswa asing belajar menggunakan fasilitas negara yang biaya mahal dan canggih. "Di Inggris aja juga tidak boleh," tegasnya. (fat/fat)

detik.com

Boikot Upin Dan Ipin


Jakarta – Sikap tegas Pemerintah dalam menyelesaikan konflik dengan Malaysia terus dituntut. Pemerintah harus membuat terobosan diplomasi ringan, misalnya menghentikan tayangan film anak besutan Malaysia, Upin-Upin, dengan film anak produk lokal, Si Unyil. Tujuannya untuk menggugah kesadaran Malaysia akan pentingnya keharmonisan bertetangga.

"Tentunya paling tidak Pemerintah Indonesia harus mencoba gertakan diplomasi yang enteng-enteng seperti memblokir film seri Upin-Ipin yang dibuat Malaysia," ujar Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan kepada detikcom, Senin (30/8/2010).

Taufik menuturkan, film Upin-Ipin juga menunjukkan representasi industri Malaysia. Dengan melarang Stasiun TV menayangkan film ini, Taufik meyakini Pemerintah Malaysia akan memahami semangat Indonesia menjaga kedaulatan.

"Stasiun TV yang menayangkan agar menggantinya dengan tayangan film seri Si Unyil untuk menunjukkan nasionalisme kita," imbuh Taufik.

Terobosan diplomasi sekecil apa pun, menurut Taufik, akan menyentuh Malaysia. Apalagi, Malaysia sedang marah karena demonstrasi yang diwarnai aksi pelemparan tinja ke Kedubes Malaysia di Indonesia.

"Mencermati respons dari PM Malaysia yang terkesan tidak mau mengalah, Pemerintah seharusnya sangat serius melancarkan terobosan diplomasi. Sebab, Malaysia sangat serius terhadap persoalan sengketa perbatasan dengan Indonesia. Cara-cara unik seperti ini mungkin akan mencairkan hubungan kedua negara," harapnya.
(van/nrl)

Derby Romero: Perang Aja Sama Malaysia!

Derby Romero geram melihat sikap Malaysia yang pongah tak mau meminta maaf kepada Indonesia setelah kasus penangkapan tiga petugas DKP. Derby berseloroh, sekalian saja perang dengan Malaysia.

"Kalau mereka enggak merasa bersalah, perang aja. Tapi bercanda gue. Kayak di game-game gitu," tutur Derby yang ditemui di Studio RCTI, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Senin (30/8/2010).

Seperti diketahui, tiga orang petugas Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Kepulauan Riau ditangkap oleh Marine Police Malaysia (MPM) di perairan Tanjung Berakit, Bintan, 13 Agustus 2010. Mereka ditangkap ketika memergoki lima kapal nelaya Malaysia tengah melakukan pencurian ikan di perairan Indonesia.

Derby berharap kasus tersebut segera mendapat penanganan serius dari pemerintah.

"Gue berharap ini bisa lebih cepat ditindaklanjuti. Apa kek yang pemerintah bisa lakukan untuk menangani masalah ini. Bawa ke pengadilan kek. Yang pasti pemerintah harus bereaksi kepada Malaysia," saran Derby.

Kekasih Dinda Kanyadewi ini makin sebal dengan Malaysia ketika beredar situs blog yang menjelek-jelekkan Indonesia.

"Apalagi beredar juga blog orang Malaysia yang ngomongin macam-macam. Buat gue sebagai orang awam, itu sudah ngajakin perang. Itu melecehkan banget. Apalagi lagu Indonesia sempat dibajak juga," katanya.

Menurut pelantun lagu Gelora Asmara ini, sikap yang diambil pemerintah Indonesia saat ini ada sisi positifnya.

"Mungkin sisi positifnya adalah pemerintahan Indonesia dan Malaysia menghindari peperangan. Tapi sebaiknya mereka berdua harus bertemu. Karena secara tidak sadar, Indonesia dan Malaysia seperti balas membalas terus," sarannya.

Derby menegaskan, Malaysia tetap harus meminta maaf kepada Indonesia. "Malaysia harus minta maaf karena sudah melecehkan kita," tegasnya.(ang)

MALINGSIA: serdadu

Your Name*:hendra
Country:Indonesia
Subject*:serdadu
Message*:Jajah malaysia sampai 2075.
Send files:
:



Powered by EmailMeForm