Buku Tamu

Kirimkan kritik dan saran untuk blog ini, silahkan kirim email ke kesini : sultankelantan@ymail.com ShoutMix chat widget

Rabu, 13 Oktober 2010

MALINGSIA: Malingsia National song!

Your Name*:Lutfi
Country:Indonesia
Subject*:Malingsia National song!
Message*:Tanah tumpahnya bucengku,
Rakyat sengsara lapar jeung modar,
Takan bahagia
Iblis berikan,
Raja kita
Mampos dan sengsara,

Takan bahagia
Tuhan kurniakan
Laknat bagi kita
Selalu senang
Selalu mengeluh
Tak dapat kebahagiaan
Send files:
:



Powered by EmailMeForm

Sabtu, 04 September 2010

Bukan Hanya Suka Maling Ternyata Nipu Juga

Jakarta – Judith, salah satu praktisi IT, menerima banyak sekali laporan mengenai penipuan yang dilakukan jaringan penipu pengobral cinta, Nigerian Sweetheart Scam. Judith pun berusaha mencari tahu siapa sesungguhnya penipu itu.
Judith memulai dengan melacak  internet protocol (IP) Address yang digunakan para pria yang mengaku bule kaya raya itu untuk merayu para korbannya. Hasilnya mencengangkan. 99 Persen IP Address itu berada di Malaysia.
"99 Persen dari Malaysia, hanya satu persen dari Nigeria," kata Judith saat berbincang dengan detikcom, Jumat (3/9/2010). Judith memiliki semua data-data tersebut.
Judith mengatakan penipuan dengan modus seperti itu mulai marak sejak tahun 2007. Hingga kini, korban-korban masih terus berjatuhan.
Judith mengatakan, para penipu ini sangat lihai menggunakan teknologi internet untuk melakukan penipuan. Salah satunya, gerombolan penipu yang diduga adalah orang-orang Nigeria, India, yang tinggal di Malaysia ini menggunakan telepon voice over internet protocol (Voip) agar sulit terlacak.
"Dengan teknologi ini, sangat sulit untuk dilacak, tapi bukan berarti tidak bisa ya," kata Judith.
Judith pun berharap, polisi tidak tinggal diam dengan masalah ini. Jika dibiarkan, penipuan dengan modus operandi seperti ini akan terus merajalela dan tidak akan pernah tersentuh hukum.
"Ini PR untuk para penegak hukum, bagaimana mereka bisa melacak kasus ini," kata Judith.
(ken/nrl)

Batalion 641 Beruang Berangkat Ke Perbatasan Malaysia


SINGKAWANG, TRIBUN – Komandan Brigade Infanteri 19/Khatulistiwa, Letkol Inf Rochadi, melepas satu batalion plus 641 Beruang, yang akan bertugas di perbatasan RI-Malaysia.

"Rencananya penugasan ini pascalebaran. Karena berbagai dinamika dan lain hal, kita berangkatkan sekarang. Ini perintah dari Mabes TNI," jelas Rochadi, kepada Tribun, Rabu (1/9).

Batalion ini akan menggantikan Batalion 642 Sintang, yang sebelumnya ditugaskan diperbatasan RI-Malaysia.

Para personil tersebut menempati 31 pos yang ada di perbatasan, diantanya, Entikong, Kabupaten Sanggau, Tanjung Datuk, Badau, Sajingan, Bengkayang, Sambas dan daerah lain yang berbatasan langsung dengan Malaysia.

"Ini tugas mulia, prajurit harus bangga mengemban amanah ini, ini bentuk pengabdian kepada Nusa dan Bangsa, jangan kecil hati, kalau kecil hati, lebih baik mundur dari prajurit, kalau sudah tugas, besok lebaran, sekarang ditugaskan, harus berangkat," tegas Rochadi lagi.

Rochadi juga meminta kepada para istri prajurit untuk mendukung sepenuhnya para suami yang bertugas dan senantiasa berdoa terhadap keselamatan para prajurit.

Inilah Pidato Bung Karno Untuk Malaysia


JAKARTA – Perseteruan antara Indonesia dan Malaysia kembali mencuat. Ketegagan negeri serumpun kali ini dipicu dari ditangkap dan disiksanya tiga petugas kelautan Indonesia oleh kepolisian Malaysia.

Kejadian ini mengingatkan kita akan sejarah. Dimana, pada tahun 1962-1966 Indonesia juga sempat terlibat cekcok dengan Negri Jiran. Kala itu, persoalan dipicu ulah Malaysia yang dahulu dikenal dengan Persekutuan Tanah Melayu ingin menggabungkan Brunei, Sabah, dan Serawak menjadi Federasi Malaysia.

Tindakan tersebut, sontak saja dikecam oleh Presiden Indonesia yang kala itu dijabat Soekarno. Bung Karno menilai, Malaysia adalah boneka Inggris, dan langkah tersebut akan mengganggu keamanan di Indonesia. Bung Karno memproklamirkan gerakan ”Ganyang Malaysia” melalui pidato bersejarah pada 12 April 1963. Berikut kutipan pidato Sang Proklamator Indonesia tersebut;

Kalau kita lapar itu biasa
Kalau kita malu itu juga biasa
Namun kalau kita lapar atau malu itu karena Malaysia, kurang ajar!

Kerahkan pasukan ke Kalimantan hajar cecunguk Malayan itu!
Pukul dan sikat jangan sampai tanah dan udara kita diinjak-injak oleh Malaysian keparat itu.

Doakan aku, aku kan berangkat ke medan juang sebagai patriot Bangsa, sebagai martir Bangsa dan sebagai peluru Bangsa yang tak mau diinjak-injak harga dirinya.

Serukan serukan ke seluruh pelosok negeri bahwa kita akan bersatu untuk melawan kehinaan ini kita akan membalas perlakuan ini dan kita tunjukkan bahwa kita masih memiliki gigi yang kuat dan kita juga masih memiliki martabat.

Yoo… ayoo… kita… Ganjang…
Ganjang… Malaysia…
Ganjang… Malaysia
Bulatkan tekad
Semangat kita badja
Peluru kita banjak
Njawa kita banjak
Bila perlu satoe-satoe!

Menyikapi pidato Bung Karno, Malaysia pun murka. Mereka mendemo Kedubes RI di Kualalumpur dan merobek-robek foto Soekarno. Bahkan, demonstran juga sempat membawa lambang burung garuda kepada Tunku Abdul Rahman dan meminta agar dia menginjaknya.

Namun, polemik tersebut mereda setelah posisi Soekarno digantikan Soeharto. Pada 28 Mei 1966, Indonesia dan Malaysia pun sepakat untuk berdamai, dan penandatanganan perdamaian dilakukan pada 11 Agustus.
(teb)

Waspada! Malaysia Kirim Kopi Narkoba Ke Indonesia


INILAH.COM, Jakarta – Satuan Reserse Narkoba Jakarta Barat menggrebek sebuah gudang di daerah Dadap, Tangerang, milik LCW, yang menjadi tempat penyimpanan kopi bercampur narkoba buatan Malaysia.

Kapolres Jakarta Barat, Kombes Yazid Fanani mengatakan, LCW menjual kopi campuran narkoba jenis kethamine. Dari tangan WNI, polisi menyita 20 paket kopi narkoba.

"Ya, kita memang ada penangkapan," kata Kapolres Jakarta Barat, Kompol Yazid Fanani saat dihubungi, Rabu (1/9).

Sementara itu, Kasat Narkoba Polres Jakarta Barat, Kompol Kristian Siagian mengatakan, kopi narkoba yang disita tersebut bermerk King White`.

"Sampulnya produk Malaysia. Campuran kethaminenya belum tahu berapa banyak," jelasnya.

Kristian Siagian, kasus ini akan terus ditelusuri. "Kopi bercampur narkoba ini jangan sampe beredar ke masyarakat nantinya," ujar Kristian Siagian.

Sebelumnya, Satuan Reserse Nakorba Polres Metro Jakarta Barat menggerebek pabrik sabu-sabu di Jalan Duri Kosambi Baru, Perumahan Kosambi Baru Blok E4 nomor 12, Kelurahan Duri Kosambi, Kecamatan Cengkareng. Jakarta Barat, Senin pagi

Polisi menyita 15 kg bahan sabu-sabu dan 3 ons sabu-sabu siap edar serta alat-alat pembuat sabu-sabu lainnya. Harga bahan baku obat terlarang itu mencapai miliaran rupiah.

Tersangka AW alias Acun (49) hingga kini masih diperiksa. Menurut pengakuannya kepada polisi, ia sudah 8 bulan menjalankan usaha ilegal itu.

"Rumah yang dijadikan pabrik sabu-sabu adalah miliknya dan ia tinggal bersama istrinya yang sekarang mengidap penyakit kanker tulang," ungkap Kristian Siagian di Polres Jakarta Barat. [bar/mah]

Inilah.com

Cyber War Telah Di Mulai

 
Jakarta – Ramainya kontroversi Indonesia-Malaysia dijadikan alasan sejumlah kalangan untuk melakukan aksi usil pada beberapa situs milik negeri serumpun itu. Forum online dan jejaring sosial pun ramai membicarakannya.
Informasi yang diterima detikINET, Selasa (31/8/2010), menyebutkan ada beberapa aksi mengubah tampilan pada situs web yang berasal dari Malaysia.
"Saat ini hacker indonesia sedang melancarkan serangan cyber ke Malaysia, tak kurang dari 150 situs lebih telah berhasil di-hack oleh hacker-hacker indonesia," sebut seorang pembaca lewat email.
Sebuah grup di Facebook pun menjadi tempat berkumpul dalam melakukan aksi ini. Halaman Facebook tersebut jadi tempat berbagi informasi aksi yang telah dilakukan, pesan-pesan dukungan hingga situs mana yang 'terbuka'.
Di forum online Kaskus, informasi soal situs-situs Malaysia yang konon menjadi korban pun telah dipampangkan. Ada 130-an situs yang disebut-sebut telah dikerjai.
Aksi tersebut agaknya sengaja dilakukan bertepatan dengan hari ulang tahun kemerdekaan Malaysia, 31 Agustus.
( wsh / wsh )

Ganyang Malaysia, Mahasiswa Siap Perang


Jombang (beritajatim.com) – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam KAMMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia) Jombang menggelar aksi mimbar bebas 'Ganyang Malaysia' di halaman gedung DPRD setempat, Minggu (29/8/2010) petang. Mereka juga menyatakan siap berangkat ke medan laga menghadapi negeri jiran Malaysia.
 
Aksi ini dilakukan dengan cara berorasi secara bergantian di mimbar yang sudah disediakan. Dalam orasinya, mahasiswa mengecam arogansi Malaysia. Selain itu, mereka juga menyayangkan lembannya presiden SBY dalam merespon gejolak tersebut.
"Negara kita sudah dilecehkan oleh Malaysia. Hal itu terbukti dengan adanya 21 hak milik Indonesia yang di klaim oleh Malaysia. Mulai dari tari pendet, naskah kuno, hingga masakan rendang. Untuk itu kami sepakat mengganyang Malysia," kata Khoirul Irham, koordinator aksi.
Selain berorasi, mahasiswa juga menggelar adegan teatrikal. Dalam adegan tersebut digambarkan sejumlah TKI (Tenaga Kerja Indonesia) yang mendapat perlakukan tidak senonoh dari bangsa Malaysia. TKI tersebut dihajar dan disiksa. Namun ironis, seorang lelaki gemuk dengan dada bertuliskan SBY tidak mampu berbuat banyak. Pria tersebut hanya melihat aksi penyiksaan TKI.
Diakhir acara, mahasiswa membubuhkan tanda tangan diatas kain putih bertuliskan ganyang Malaysia. "Jika jalan diplomasi buntu, maka kami siap perang dengan Malaysia. Kami juga akan membentuk posko bela negara," lanjut Khoirul.
Selain para mahasiswa, anggota DPRD yang hadir dalam aksi tersebut, yakni Fauzi Makarim, juga ikut mendukung aksi ganyang Malaysia itu. "Kami mendukung apa yang disuarakan adik-adik mahasiswa," ujar Fauzi yang juga anggota Fraksi Partai Demokrat DPRD Jombang ini. [suf/kun]

Masyarakat Indonesia Santuni Anak Yatim Malaysia

 
Jakarta – Ditengah gejolak hubungan Indonesia-Malaysia, sejumlah masyarakat Indonesia di negeri jiran justru berbagi kebaikan. Masyarakat Indonesia di Kuala Lumpur, Malaysia, berbagi kenikmatan Ramadan dengan kaum dhuafa di sekitarnya.
Unit Pelayanan Zakat (UPZ) BAZNAS cabang Malaysia dan Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) di International Islamic University of Malaysia (IIUM) bekerjasama dengan beberapa organisasi masyarakat Indonesia lainnya, memberikan santunan kepada anak-anak yatim piatu warga negara Malaysia.
"Dana bantuan UPZ yang dikumpulkan dari zakat WNI di Malaysia adalah dana umat yang harus disalurkan kepada para mustahiq, dimana fakir miskin adalah termasuk di dalamnya," kata Ketua UPZ BAZNAS Malaysia, Dr Iis Sofyan dalam keterangan persnya kepada detikcom, Senin (30/8/2010).
Pemberian santunan dikemas dalam acara buka puasa bersama 45 anak yatim piatu dari Panti Asuhan Titian Kasih, Kuala Lumpur di kampus IIUM, Jumat (26/8/2010). Acara diakhiri dengan pemberian bantuan dana dari UPZ, dan hasil sumbangan mahasiswa Indonesia. Dana yang terkumpul mencapai RM 3.000.
Pemberian bantuan kepada anak-anak panti asuhan Malaysia menjadi bukti kalau masyarakat Indonesia yang bermukim di Malaysia tidak terlalu terpengaruh dengan konflik Indonesia-Malaysia yang lagi memanas saat ini.
“Pengumpulan dana ini justru sebagai bentuk diplomasi kita sebagai jati diri bangsa Indonesia yang sangat dipengaruhi nilai-nilai agama dan semangat gotong-royong, kita buktikan bahwa bangsa Indonesia tidaklah seburuk seperti dicitrakan oleh media-media lokal selama ini," tegas Iis.
Sementara itu Ketua Panitia Safri Haliding, mengatakan pihaknya sangat bersyukur bisa mengorganisir pengumpulan dana dan mengundang anak yatim piatu untuk berbuka bersama di tengah kesibukan menjelang ujian semester kuliah.
"Pengumpulan dana dengan metode dari celengan ke celengan ini adalah wujud partisipasi mahasiswa Indonesia di IIUM untuk berbagi kepada orang yang kurang mampu. Ringgit celengan kita adalah senyum buat mereka," ujar Mahasiswa S2 Program Ekonomi IIUM ini.
Perwakilan dari Panti Asuhan, Aminarti mengungkapkan banyak terima kasih kepada para mahasiswa Indonesia yang telah mengundang mereka untuk berbuka bersama. "Saya dan anak-anak panti asuhan Titian Kasih sangat terharu dengan keikhlasan mahasiswa Indonesia yang telah mengumpulkan bantuan dan menyalurkannya kepada kami,” ungkapnya.
(rmd/van)

Kenapa Harus Takut Boikot Produk Malaysia?

 Jakarta – Memanasnya hubungan Indonesia dengan
Malaysia, mendapat reaksi semua pihak di Tanah Air. Para pedagang pasar
yang tergabung dalam Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI)
mendesak perlu adanya boikot produk Malaysia di Indonesia sebagai upaya
memberikan 'pelajaran' bagi pemerintah Malaysia.
“Kalau kita memang diledek-ledek, kenapa kita harus takut melakukan
boikot produk Malaysia, jangan takut lah,” kata Sekjen APPSI Ngadiran
saat dihubungi detikFinance, Senin (30/8/2010).

Ngadiran menjelaskan selama ini entitas bisnis maupun produk
Malaysia di Indonesia bisa ditemui melalui produk-produk konsumer
seperti makanan minuman, elektronik, operator seluler, produk perbankan
dan lain-lain.

Menurut Ngadiran, dengan adanya upaya boikot, bukan hanya untuk
memberikan shock bagi pemerintah Malaysia , namun bisa menjadi sarana
yang bisa membuat Indonesia bisa mandiri.

Selama ini kata dia, ketergantungan masyarakat perbatasan Indonesia
dengan produk Malaysia sangat tinggi, padahal produk-produk itu pun
statusnya ilegal.

“Boikot wajib dilakukan, nggak usah takut. Supaya kita cepat mandiri,” katanya.

Meski ia mengakui posisi tawar Indonesia lemah dari sisi adanya 2
juta tenaga kerja di Indonesia di Malaysia. Namun ia berharap jika
memang perlu, penarikan kembali TKI ke Tanah Air bisa saja dilakukan.

Ia menegaskan Presiden SBY harus menyikapi masalah ini secara
serius. Bahkan dengan ekstrim, Ngadiran berpendapat jika dubes dan Menlu
Indonesia yang saat ini bertugas begitu lemah, jika perlu dicopot.

“Saya sudah lama gemes, sejak kasus Ambalat lalu,” katanya.

Seperti diketahui sikap pemerintah Malaysia terkesan arogan dari
pernyataan-pernyataan pejabat pemerintah Malaysia. Seperti Menlu
Malaysia yang secara terang-terangan tak akan meminta maaf kepada
Indonesia terkait kasus penangkapan 3 pegawai kelautan Indonesia dan 7
nelayan Malaysia.

Bahkan akhir pekan lalu PM Najib menyampaikan beberapa pernyataan
yang cukup kontroversial seperti reaksi pernyataan dari surat Presiden
SBY yang belum sempat dibaca, namun sudah dikomentari Najib.

“Saya yakin Presiden Indonesia menyampaikan kekecewaannya atas
situasi yang berkembang dan demonstrasi-demonstrasi yang terjadi
seharusnya tidak dikaitkan dengan pemerintah Indonesia. Pemerintah
Indonesia sadar ada 2 juta warganya yang bekerja di Malaysia dan ada
investasi besar oleh perusahaan-perusahaan Malaysia (di Indonesia),” komentar PM Najib.

Hal ini dikatakan Najib pada Sabtu kemarin seperti dilansir media Malaysia, The Star, Minggu (29/8/2010).



(hen/dro)

TPI Siap Hentikan Upin-Ipin!

Jakarta – Televisi Pendidikan Indonesia (TPI) menghormati usulan Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan untuk menghentikan program tayangan Upin-Ipin, sebagai gertakan ringan pada Malaysia. TPI akan menghentikan tayangan edukatif itu jika ada keputusan embargo pemerintah terhadap produk Malaysia.

"Kita akan lihat, kalau itu keputusan politik, dari putusan pemerintah (meminta) kita harus melakukan embargo produk Malaysia, kita akan taati," ujar Corporate Secretary TPI, Wijaya Kusuma Soebroto, kepada detikcom, Senin (30/8/2010).

Wijaya menuturkan Upin-Ipin merupakan salah satu program unggulan TPI. Wijaya mengaku bukannya menolak usulan Taufik itu, namun selama tidak ada keputusan embargo dari pemerintah, tentunya pertimbangan bisnis harus dipikirkan.

Wijaya menambahkan, hingga kini pihaknya belum menemukan animator Indonesia yang memiliki kreativitas setara dengan Upin-Ipin. Miniseri Upin-Ipin itu bersifat universal.

"Upin-Ipin itu berlaku universal. Kita ambil Upin-Ipin juga karena banyak nilai moral dan pembelajaran dalam film itu. Seperti mengajarkan cuci tangan sebelum makan," kata Wijaya.

Sebelumnya, Wakil Ketua Taufik Kurniawan mengusulkan stasiun televisi untuk menghentikan tayangan Upin-Ipin yang menunjukkan representasi industri Malaysia. Dengan melarang stasiun TV menayangkan film ini, Taufik meyakini Pemerintah Malaysia akan memahami semangat Indonesia menjaga kedaulatan.

"Tentunya paling tidak Pemerintah Indonesia harus mencoba gertakan diplomasi yang enteng-enteng seperti memblokir film seri Upin-Ipin yang dibuat Malaysia," usulnya. (nik/nrl)

UMM Tolak Calon Dokter Dari Malaysia


Malang – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dengan tegas menolak mahasiswa dari Malaysia menimba ilmu di bidang kedokteran dan farmasi. Pasalnya, peralatan canggih dan biaya mahal milik negara di Fakultas Kedokteran hanya sarana belajar mahasiswa dalam negeri.

"Kami secara jelas menolak mahasiswa dari Malaysia, begitu juga dari negara lain. Karena fasilitas kita gunakan bukan untuk memberikan ilmu kepada bangsa lain. Dan juga melanggar peraturan untuk melakukan itu," kata Rektor UMM Muhajjir Efendi kepada wartawan di Kampus UMM Jalan Raya Sumbersari, Senin (30/8/2010).

Muhajjir membantah sikap ini terkait hubungan yang tengah memanas antara Indonesia dengan negeri jiran itu. Namun hal itu merupakan kebijakan dari UMM
sendiri. "Kalau belajar di jurusan dan fakultas lain, kami persilahkan saja," terangnya.

Sampai saat ini, kata dia, sekitar 20 mahasiswa asal Malaysia telah belajar di lembaga pendidikan dipimpinnya itu. Mereka belajar di fakultas dan jurusan selain kedokteran dan farmasi. "Ada 20 mahasiswa Malaysia yang belajar di sini, tapi tidak di fakultas kedokteran dan jurusan farmasi," ungkapnya.

Muhajjir menyesalkan universitas negeri yang memberikan keleluasaan terhadap mahasiswa asing belajar di Fakultas Kedokteran dan jurusan farmasi. Padahal fasilitas itu milik negara dan dilarang keras dipergunakan untuk orang asing. Negara-negara maju telah menerapkan langkah tersebut dengan melarang mahasiswa asing belajar menggunakan fasilitas negara yang biaya mahal dan canggih. "Di Inggris aja juga tidak boleh," tegasnya. (fat/fat)

detik.com

Boikot Upin Dan Ipin


Jakarta – Sikap tegas Pemerintah dalam menyelesaikan konflik dengan Malaysia terus dituntut. Pemerintah harus membuat terobosan diplomasi ringan, misalnya menghentikan tayangan film anak besutan Malaysia, Upin-Upin, dengan film anak produk lokal, Si Unyil. Tujuannya untuk menggugah kesadaran Malaysia akan pentingnya keharmonisan bertetangga.

"Tentunya paling tidak Pemerintah Indonesia harus mencoba gertakan diplomasi yang enteng-enteng seperti memblokir film seri Upin-Ipin yang dibuat Malaysia," ujar Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan kepada detikcom, Senin (30/8/2010).

Taufik menuturkan, film Upin-Ipin juga menunjukkan representasi industri Malaysia. Dengan melarang Stasiun TV menayangkan film ini, Taufik meyakini Pemerintah Malaysia akan memahami semangat Indonesia menjaga kedaulatan.

"Stasiun TV yang menayangkan agar menggantinya dengan tayangan film seri Si Unyil untuk menunjukkan nasionalisme kita," imbuh Taufik.

Terobosan diplomasi sekecil apa pun, menurut Taufik, akan menyentuh Malaysia. Apalagi, Malaysia sedang marah karena demonstrasi yang diwarnai aksi pelemparan tinja ke Kedubes Malaysia di Indonesia.

"Mencermati respons dari PM Malaysia yang terkesan tidak mau mengalah, Pemerintah seharusnya sangat serius melancarkan terobosan diplomasi. Sebab, Malaysia sangat serius terhadap persoalan sengketa perbatasan dengan Indonesia. Cara-cara unik seperti ini mungkin akan mencairkan hubungan kedua negara," harapnya.
(van/nrl)

Derby Romero: Perang Aja Sama Malaysia!

Derby Romero geram melihat sikap Malaysia yang pongah tak mau meminta maaf kepada Indonesia setelah kasus penangkapan tiga petugas DKP. Derby berseloroh, sekalian saja perang dengan Malaysia.

"Kalau mereka enggak merasa bersalah, perang aja. Tapi bercanda gue. Kayak di game-game gitu," tutur Derby yang ditemui di Studio RCTI, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Senin (30/8/2010).

Seperti diketahui, tiga orang petugas Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Kepulauan Riau ditangkap oleh Marine Police Malaysia (MPM) di perairan Tanjung Berakit, Bintan, 13 Agustus 2010. Mereka ditangkap ketika memergoki lima kapal nelaya Malaysia tengah melakukan pencurian ikan di perairan Indonesia.

Derby berharap kasus tersebut segera mendapat penanganan serius dari pemerintah.

"Gue berharap ini bisa lebih cepat ditindaklanjuti. Apa kek yang pemerintah bisa lakukan untuk menangani masalah ini. Bawa ke pengadilan kek. Yang pasti pemerintah harus bereaksi kepada Malaysia," saran Derby.

Kekasih Dinda Kanyadewi ini makin sebal dengan Malaysia ketika beredar situs blog yang menjelek-jelekkan Indonesia.

"Apalagi beredar juga blog orang Malaysia yang ngomongin macam-macam. Buat gue sebagai orang awam, itu sudah ngajakin perang. Itu melecehkan banget. Apalagi lagu Indonesia sempat dibajak juga," katanya.

Menurut pelantun lagu Gelora Asmara ini, sikap yang diambil pemerintah Indonesia saat ini ada sisi positifnya.

"Mungkin sisi positifnya adalah pemerintahan Indonesia dan Malaysia menghindari peperangan. Tapi sebaiknya mereka berdua harus bertemu. Karena secara tidak sadar, Indonesia dan Malaysia seperti balas membalas terus," sarannya.

Derby menegaskan, Malaysia tetap harus meminta maaf kepada Indonesia. "Malaysia harus minta maaf karena sudah melecehkan kita," tegasnya.(ang)

MALINGSIA: serdadu

Your Name*:hendra
Country:Indonesia
Subject*:serdadu
Message*:Jajah malaysia sampai 2075.
Send files:
:



Powered by EmailMeForm

Senin, 30 Agustus 2010

MALINGSIA: malingsial

Your Name*:indonesia jaya
Country:Indonesia
Subject*:malingsial
Message*:PUKI MAK ENGKAU TO MALINGSIA KAMI TIDAK PERNAH MERASA SERUMPUN DENGAN NEGARA MALING MACAM KALIAN.
Send files:
:



Powered by EmailMeForm

Minggu, 29 Agustus 2010

Kirimkan Komentar/Artikel/Gambar Lewat kotak ini

Komentar/Artikel/Gambar yang anda Kirimkan akan Muncul di Blog ini Secara Langsung


Please Submit Your Articles(teks,picture) or Comments

Your Name*
Country
Subject*
Message*
Send files
Image Verification
captcha
Please enter the text from the image:
[Refresh Image][What's This?]

“I Will Hate Malaysia if I Am Indonesian Myself “


“I Will Hate Malaysia If I Am Indonesian Myself” itu adalah ungkapan Blogger Malaysia bernickname malaysiamanaboleh seperti yang dia tulis di thestar.com.my
Dalam sebuah blog di situs Star Online, muncul tulisan dari seorang beridentitas malaysiamanaboleh.
Pemerintah menyadari mereka memperlakukan buruk orang Indonesia. Mengapa memelintir cerita dan menganggap kita tak tahu apa-apa?
Saya menyarankan warga Malaysia memosisikan diri sebagai orang Indonesia agar bisa memahami perasaan 235 juta jiwa orang Indonesia. Para buruh migran di Malaysia sering menerima perlakuan buruk oleh majikan mereka. Buruh migran yang menjadi korban pun tidak mendapat perlindungan hukum dari aparat hukum Malaysia yang seharusnya melindungi mereka.
Keadaan menjadi lebih buruk karena pemerintah dan media membuat stigma buruk terhadap pekerja asing. Citra buruk itu melekat sedemikian rupa.
Dalam banyak hal, kebanyakan orang Malaysia selalu menghubungkan buruh migran sebagai orang Indonesia bergaji murah, berpendidikan rendah, banyak terlibat kejahatan sehingga tidak perlu dihormati serta bermental pemeras.
Pemahaman tersebut tidak benar sama sekali. Pandangan tersebut sangat bias dan diskriminatif. Banyak orang Indonesia yang berpendidikan tinggi ataupun menjadi pekerja migran eksekutif. Tentu saja, pekerja yang tidak terdidik akan mendapat bayaran rendah serta bekerja di negara lain seperti Malaysia.
Jumlah buruh migran di Malaysia mencapai 10 persen dari keseluruhan penduduk Malaysia. Tentu tidak heran jika 10 persen dari 100 persen angka kejahatan disumbangkan oleh pekerja asing. Di dalam media setiap hari juga muncul berita soal perampokan, pembunuhan, dan pemerkosaan yang dilakukan oleh warga Malaysia sendiri.
Jika saya orang Indonesia, saya pun akan membenci Malaysia.
Saya merasa lebih malu lagi karena Malaysia tidak mampu memahami bahwa buruh migran pun berhak atas perlindungan hukum dan hak asasinya perlu dijaga. Seorang bloger lain beridentitas PatrickJB adalah satu dari sekian banyak orang Malaysia berpandangan bias seperti itu, yang juga menulis di blog saya. Saya sedih karena orang-orang seperti itu ternyata ada.
Saya tidak akan merasa heran lagi jika Malaysia tak akan bisa menjadi tempat yang lebih baik. Karena realitas yang terjadi tidak hanya ada di hadapan saya. Kenyataan adalah realitas seperti itu adalah orang-orang seperti Anda. Realitasnya adalah Anda.
Blog ini juga dikomentari bahwa RELA (bagian aparat Malaysia) suka memeras. (ONG)
berikut tulisan Aslinya: (English)
“I Will Hate Malaysia If I Am Indonesian Myself”
Posted by: malaysiamanaboleh
The government is aware of their own ill treatment of Malaysians towards Indonesians counterpart. Why twist the story and pretend we know nothing?
Try to fit into the shoes of Indonesians and you will understand. Migrants and foreign workers are ill treated by Malaysians companies while Malaysia authority doesn’t protect them and do their job to improve and enforce the law to provide better protection for workers, worse still for foreign workers.
The worse part of all, Government and press paint a stereotype of what foreign workers are into the minds of Malaysia people. The people of Malaysia, in many cases, tend link foreign workers as Indonesian, cheap labour, low educated people, main contribution to crime rate, don’t need to be respected, gold diggers, etc. The above are all not true. It called for people to be bias and discriminate.
There are high qualified educated Indonesians, they have highliy skilled workers too, other countries surely have ‘lower’ paid workers than other better earning ones and the hardworking ones just come to contribute and work for Malaysia. Number of foreign workers amount to approximate 10% of Malaysia population so it is not surprising if 10% of crime rate were contributed by foreign workers. We heard of daily news with murder, rape, robbery, etc who are Malaysians themselves.
If I am Indonesian, I will hate Malaysian too.
I am more ashamed of Malaysians who can’t accept that foreign workers, new migrants, even illegal immigrants deserved to have their basic human rights being protected.
The blogger PatrickJB is one of them as he commented biasly in my blog. Sad to know the existence of people like you. I don’t wonder anymore why Malaysia can’t be a better place because reality is just in front of me. The reality is people like you. The reality is you.
Period.
mau tau siapa malaysiamanaboleh. ?
langsung menuju TKP saja
http://blog.thestar.com.my/permalink.asp?id=32205
http://blog.thestar.com.my/alluserposts.asp?id=32205

Sabtu, 28 Agustus 2010

Malaysia Mencuri Batu Bara Indonesia

Pencurian Besar Terungkap ... Malaysia Mencuri Batu Bara Indonesia Melalui Terowongan Bawah Tanah Dan Itu Sudah Terjadi Selama Bertahun - Tahun - Malaysia diduga telah mencuri batubara di kawasan Sintang, Kalbar sejak 1999-2008. Hal itu terjadi karena tambang Malaysia di Sarawak di perbatasan telah menjorok ke darat wilayah Sintang, Kalbar Indonesia.
Dugaan eksploitasi batubara itu terjadi di Bukit Selantik Kawasan Kelingkang, Desa Jasa kabupaten Sintang, Kalbar. Aktivitasnya sudah berlaku sejak 1999 - 2008. Padahal lokasi itu sudah sering disurvey sebagai lahan potensi batubara oleh Indonesia tapi hingga kini belum ada eksploitasi.

Diam diam Malaysia sudah lama melakukan eksploitasi di dekat lokasi tersebut, namun operasionalnya berada di kawasan negaranya yang berbatasan langsung dengan Sintang. Kecurigaan itu bermula ketika banyak petugas keamanan melakukan penjagaan ketat di dekat wilayah Kranggas Gayau Sarawak Malaysia yang tepat berseberangan dengan Bukit Selantik, Sintang. Padahal di tempat itu hanya terhampar perkebunan sawit.

Tabir itu terkuak berkat seorang pemuda Indonesia yang menjadi TKI di Malaysia kebetulan ikut bekerja di tempat perkebunan sawit. TKI tersebut memiliki saudara sepupu yang sudah menjadi warga Malaysia dan bekerja di lokasi tambang batu bara itu. Ia terkejut ketika melihat sebuah terowongan besar yang menghubungkan antara Kranggas, Malaysia dengan desa Jasa, wilayah Indonesia. Jadi menurut keterangan dua pemuda itu, terowongan besar menghubungkan daerah perbatasan untuk mengangkut batubara.

Menanggapi hal tersebut, gubernur Kalbar Cornelis telah kirim surat kepada Mendagri dan meminta segera investigasi terhadap laporan masyarakat di Desa Jasa, Ketungau Hulu, kabupaten Sintang. "Pemerintah Malaysia bisa diprotes Indonesia jika benar ada dugaan pencurian kawasan tambang batubara di Kabupaten Sintang. Kalau batas negara dilanggar, tembak saja," tegas Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI George Toisutta, Jumat (2/7) seperti dikutip surya.co.id.

Jenderal George Toisutta menegaskan hal tersebut saat peresmian Markas Komando Daerah Militer (Kodim) XII Tanjungpura di Kota Pontianak, Kalimantan Barat. Pihaknya akan segera mengecek kebenaran informasi warga Kalbar tersebut. Surat pengaduan itu juga telah dikirim ke pemerintah pusat dan berharap agar segera disikapi serius atas pengaduan masyarakat mengenai dugaan tambang batubara Malaysia yang sudah masuk wilayah Indonesia.

catatan : lagi lagi mencuri hehe gak ada matinya.

PBB: Polisi Malaysia Kejam

 
KUALA LUMPUR, KOMPAS.com — Polis Diraja Malaysia (PDRM) dinilai kejam dalam menangani tersangka dan tahanan. Pendapat itu disampaikan Komisi HAM PBB yang meninjau kondisi para tahanan PDRM di Malaysia.

"Penyiksaan menjadi prosedur standar. Keterangan diperoleh dari tahanan yang ditemui tim PBB dalam kunjungan ke Malaysia," kata El Haji Malik Sow, Ketua Delegasi HAM PBB, Jumat (18/6/2010) di Kuala Lumpur.

Para tahanan yang disiksa terkait kasus subversif, terorisme, imigran gelap, dan pencari suaka. "Sebagian tahanan mengaku dipukuli, ditendang, ataupun disiram air kotor," El Haji Malik Sow menerangkan.

Beberapa tahanan ada yang dikurung dan dibiarkan kelaparan. Sebagian besar tahanan tidak diberikan kesempatan menghubungi keluarga atau pengacara.

Sejumlah oknum polisi terlibat dalam pembunuhan seorang fotomodel Mongolia yang dikabarkan memiliki kedekatan dengan petinggi Malaysia. Fotomodel itu ditembak mati.

Kasus yang diduga terkait pemberian suap dalam pembelian kapal selam Perancis yang dilakukan Pemerintah Malaysia beberapa tahun lalu itu kini menghilang dari pemberitaan.

Komisi HAM PBB, mengutip keterangan para tahanan, mengatakan, mereka lebih memilih berada di penjara daripada di dalam tahanan polis ataupun imigrasi Malaysia.

Komisi HAM PBB datang atas undangan Pemerintah Malaysia yang berusaha melakukan reformasi hukum.

Raja Azahar Abdul Manap, seorang pejabat senior Departemen Dalam Negeri Malaysia, mengatakan, pemerintah berusaha memperbaiki kondisi tahanan imigrasi. Namun, Raja juga menyalahkan pemerintah negara asal imigran gelap. (Reuters/AFP/ONG)

sumber : kompas.com

catatan : bukan rahasia lagi kalau malaysia ternekenal dengan aksi kejamnya. yang paling sering di siksa terutama adalah orang indonesia. mulai dari tki, tahanan, sampai pelancong pun pernah di siksa di negara sampah itu. jadi sebaiknya pemerintah malaysia segeralah bersikap baik terhadap pelancong, tki, dan tahanan yang ada di negara malaysia. karena cara itu bukan sikap yang baik, bahkan tergolong cara binatang yang di terapkan di negara yang katanya taat dan kental budaya islamnya. so.. hati2 aja buat orang indonesia yang berada di malaysia, karena malaysia adalah kandang macan yang bau sampah dan penyiksa.

Syahrini Kecopetan di Malaysia


(Kuala Lumpur): Saat tur promo di Malaysia, Anang Hermansyah dan Syahrini menyempatkan untuk berbelanja. Pusat perbelanjaan Sungei Wang di Kuala Lumpur mwnjadi pilihan mereka. Saat sedang memilih-milih sepatu, Syahrini baru menyadari sesuatu. Telepon selulernya ternyata tak lagi di tangan.

Dengan ekspresi kebingungan, penyanyi bertubuh mungil itu memutari toko. "Cuma handphone aja dijambret," kata Syahrini seperti ditayangkan Status Selebritis, Sabtu (29/5).

Insiden tersebut seketika membuat pelantun Pusing 1/2 Mati itu bete. "Ah, nggak punya handphone," ujar Syahrini. Menurut wanita berdarah Sunda ini, bukan ponselnya yang ia khawatirkan, namun isi dari ponsel tersebut karena berisi data teman dan kerabat...........
sumber : berita2
catatan : begitulah cara orang malaysia dalam mencari kesempatan. hati-hati negara maling, sampai ponsel yang murah aja di maling. sungguh keterlaluan warga malaysia, sekali pencuri tetap pencuri, sekali maling tetap maling.

MALINGSIA: Belum Merdeka

Your Name*:Malingsia
Country:Malaysia
Subject*:Belum Merdeka
Message*:Negara Saya BelOm Merdekka
Send files:picture1.png
:



Powered by EmailMeForm

Jumat, 27 Agustus 2010

SERUAN NAJIB TUN RAZAK

Wahai rakyatku semua, hentikan sikap bodoh kita terhadap INDONESIA. Karena INDONESIA adalah Negara yang baik dan banyak membantu kita. malaysia maju karena INDONESIA, malaysia berkembang karena INDONESIA. rakyatku, lindungilah TKI INDONESIA yg telah banyak menyumbang kemajuan negara kita malaysia. hentikan pencurian terhadap budaya INDONESIA,hentikan aksi pembajakan terhadap INDONESIA. sebagai bangsa yang besar kita harus malu, kita harus mandiri, kita harus sadar dan mengakui bahwa bangsa INDONESIA adalah negara yang besar dan kita harus mencontoh bagaimana INDONESIA berdemokrasi. sebagai Perdana Menteri Malaysia, saya sangat malu karena nama malaysia sudah tercoreng dimata dunia. untuk itu hentikan sikap bodoh kita, hentikan aksi pembajakan terhadap produk INDONESIA, hentikan penyiksaan terhadap TKI INDONESIA, Hentikan pengiriman barang HARAM dan ILEGAL ke INDONESIA. majulah malaysia, tanpa INDONESIA kita tidak akan berarti apa - apa. ttd : Datuk Seri Mohd Najib bin Tun Abdul Razak/

MALINGSIA: perang melawan malaysia

Your Name*:gideon yones m.
Your Email Address*:metaldeo@Ymail.com
Subject*:perang melawan malaysia
Message*:indonesia bisa memanfaatkan momen melawan malaysia guna menyatukan kembali rakyatnya yg saat ini hanya mementingkan kepentingan pribadi atau golongan....
Send files (news, pictures, video, etc)*:naruto_01.jpg



Powered by EmailMeForm

Minggu, 22 Agustus 2010

MALINGSIA: MALINGSIA

Your Name*:BOY
Your Email Address*:fery_ducati@yahoo.com
Subject*:MALINGSIA
Message*:MALINGSIA BAJINGAN........
Send files (news, pictures, video, etc)*:bendera+Malaysia.png



Powered by EmailMeForm

Sabtu, 21 Agustus 2010

MALINGSIA: Garuda sampai mati, malaysia bau tai

Your Name*:Teddy Frontline Ultras Garuda
Your Email Address*:teddysuranta@yahoo.co.id
Subject*:Garuda sampai mati, malaysia bau tai
Message*:Pemerintah lambat,

hajar malingsia... blok akses masuk negara, embargo semua kebutuhan malingsia

perang untuk harga diri dan martabat Negara...

bela tanah air sampai mati...

gue masuk garis depan kalau perang...

lebih rela mati di medan tempur daripada hidup tanpa harga diri
Send files (news, pictures, video, etc)*:animalmaks_01.jpg



Powered by EmailMeForm

Selasa, 03 Agustus 2010

MALINGSIA: wawa

Your Name*:rara
Your Email Address*:radezhahumaera@plasa.com
Subject*:wawa
Message*:huhuhuhuhuhu hhehehehe maling sia sia mau mencuri kebudayaan indonesia
Send files (news, pictures, video, etc)*:wallpaper-tinkerbell6.jpg



Powered by EmailMeForm

Senin, 17 Mei 2010

MALINGSIA: malon

Your Name: paw
Your Email Address: kunamcahkepz@graffiti.net
Subject: malon
Message: malon emang bodoh
:najis
--
Visitor Ip: 118.96.149.237

Minggu, 16 Mei 2010

MALINGSIA: KLIK DAN BACA!

Your Name: UMNO
Your Email Address: malinasia@malingsia.com
Subject: KLIK DAN BACA!
Message: FOR MALINGSIA,klik dan baca link ini......

PEMIMPINNYA HOMO,RAKYATNYA GIMANA TUH????

HAHAHAHAHAHAHAHAHAAAAAAAA!!!!!!!!

http://international.okezone.com/read/2009/12/02/18/280935/18/sidang-sodomi-anwar-jalan-terus
--
Visitor Ip: 197.88.99.37

Jumat, 16 April 2010

MALINGSIA: Merah darahku,,,

Your Name: Stefanus "MERAH" heri "PUTIH
Your Email Address: heri.stefanus@yahoo.com
Subject: Merah darahku,,,
Message: klau memang kita harus berperang...
kita lakukan...
bosen sudah diinjak" seperti ini,,,
selama darah ku masih merah...
akan kulawan semua bentuk penghinaan terhadap kaum maling
--
Visitor Ip: 110.138.139.91

Minggu, 04 April 2010

MALINGSIA: malinganjing

Your Name: jagoanneon
Your Email Address: nick_zero69@yahoo.com
Subject: malinganjing
Message: malingsia itu emang negara sampah!!!!!!!!!!!!!
--
Visitor Ip: 202.70.54.45

Jumat, 02 April 2010

MALINGSIA: Fuck You!

Your Name: sucker_malay
Your Email Address: sucker@malaymail.com.my
Subject: Fuck You!
Message: Kiss my ass damn!!!!
--
Visitor Ip: 222.124.198.186

Senin, 29 Maret 2010

MALINGSIA: indon adalah bodo

Your Name: indon bodo
Your Email Address: indonbodo@ymail.com
Subject: indon adalah bodo
Message: indonesia adalah sebuah negara besar yang tidak mampu untuk menjaga rakyat nya sendiri. Justeru itu, indonesia terpaksa menghantar rakyatnya ke Malaysia mencari nafkah untuk di hantar pulang ke indonesia.

indonesia berbangga dengan erti kemerdekaan yang membunuh ribuan pejuangnya hanya untuk merdeka. Sedangkan Malaysia hanya menggunakan akal sahaja untuk dapatkan kemerdekaan.

Kesimpulannya, rakyat indonesia kurang berakal berbanding Malaysia
--
Visitor Ip: 203.82.80.116

Minggu, 28 Maret 2010

MALINGSIA: Remember Allah always ok...

Your Name: xxx
Your Email Address: xxx@yahoo.com
Subject: Remember Allah always ok...
Message: tak sangka org indonesia yang buat camni berfikiran cetek dan suka menuding jari menyalahkan org laen....

now, memang betul la org cakap org indonesia ni x boleh bersopan santun dgn diaorg...xmengenag budi...

i came to indonesia n saw their life without in islamic way....masyaallah...

I'm sure you do not want any tsunami to your country rite???so, watch out your attitude first!
--
Visitor Ip: 115.133.223.31

Senin, 08 Maret 2010

MALINGSIA: Cibai lu INDON

Your Name: XXX
Your Email Address: XXX@yahoo.com
Subject: Cibai lu INDON
Message: Woi! ko sape nk omong sial sama malaysi... ko tau tak yang ko punye bangse banyak buat taik kat malaysia... ROGOL! ROMPAK! RAGUT! BUNUH! semua ko punye bangse yang banyak buat.
DAH la PENDATANG HARAM kat sini, dah la tak tau terima kasih orang dah bagi makan pakai, lagi mahu menghina malaysia lagi... cibai lu INDON
--
Visitor Ip: 60.52.205.82

Senin, 15 Februari 2010

MALINGSIA: malingsia

Your Name: hery
Your Email Address: hery_achmad@mail.com
Subject: malingsia
Message: hello
--
Visitor Ip: 114.59.37.146

Senin, 18 Januari 2010

MALINGSIA: fikirkan sejenak...

Your Name: soffea
Your Email Address: msoffea@yahoo.com
Subject: fikirkan sejenak...
Message: salam-
-saya cuma ingin mengajak anda semua berfikir sejenak tentang implikasi terhadap apa yang berlaku di antara kita (2 buah negara islam).
-walaupun kita saling menyalahkan antara satu sama lain, memaki-hamun, marah dan ingin terus menanamkan perasaan benci sesama kita, baik kita fikirkan tentang kesan terhadap 2 negara islam sekiranya berpecah-belah. sepatutnya kita bersatupadu dan terus mengungguli asia sebagai negara islam yang maju dan dirahmati allah.
-mungkin disebabkan ada pihak ketiga yang cuba memecah-belahkan atau menghancurkan keharmonian 2 negara islam ini. janganlah kita terus terpengaruh dan bertelagah seperti sesebuah negara islam yang sekarang terus bermusuhan sesama sendiri. \"pihak ketiga hanya tersenyum kegembiraan melihat kita terus bergaduh\".
-kita fikirkan sejenak untuk kebaikan kekal bersama.
wassalam..
--
Visitor Ip: 203.82.80.8

Jumat, 15 Januari 2010

MALINGSIA: Lihat Suportermu.....

Your Name: Ganyang MalinGsia
Your Email Address: antimalaysia@maling.com
Subject: Lihat Suportermu.....
Message: Aksi Suporter Sepak Bola Malaysia......
Baru Sadar....
--
Visitor Ip: 118.96.133.87

Rabu, 13 Januari 2010

Cracker Indonesia Kembali Lumpuhkan Situs Malaysia

JAKARTA - Cracker Indonesia kembali beraksi di situs milik Malaysia. Kali ini yang menjadi korban serangan adalah situs Malaysia Natural Heritage.

Pantauan Okezone, Minggu (3/1/2010) di situs yang beralamat di http://malaysianaturalheritage.com/ tersebut menunjukkan tampilan situs tersebut telah diubah. Sebuah tulisan besar tampak jelas dalam gambar bendera Malaysia. Tulisan tersebut mengklaim bahwa situs tersebut milik Rakyat Indonesia.

"Situs ini diklaim oleh Rakyat Indonesia," demikian tulisan tersebut.

Selain itu, cracker yang menggunakan nama Arianom tersebut juga menuliskan sejumlah pesan-pesan yang menyudutkan Malaysia. seperti "Negara tak berbudaya, Suka Mencuri Kebudayaan Indonesia," tulisnya.

Aksi saling serang antara Indonesia dan Malaysia di dunia maya seolah tidak ada hentinya. Sebelumnya, pada September 2009 cracker Indonesia juga menyerang situs Malaysia.

Setidaknya sekira 50 situs Malaysia berhasil dikerjai cracker Indonesia, ketika itu. Selain mengibarkan bendera merah putih secara virtual, mereka juga menyematkan sebuah shoutbox yang memungkinkan para pengunjung situs-situs yang di-hack memberikan komentar.

Selasa, 12 Januari 2010

Kata "Allah" Masih Diperdebatkan di Malaysia


KUALA LUMPUR, KOMPAS.com — Sejumlah kelompok Muslim di Malaysia masih menyuarakan keberatan atas putusan pengadilan yang mengizinkan koran Katolik memakai kata "Allah". Berkait dengan itu, pada hari Sabtu (2/1/2010) ini mereka menyatakan akan mengadakan demonstrasi.

Pengadilan tinggi Malaysia, Kamis (31/12/2009) lalu, memutuskan bahwa koran mingguan The Herald berhak memakai kata "Allah" setelah perdebatan panjang antara pihak koran tersebut dan pemerintah negara mayoritas Muslim ini.

The Herald telah memakai "Allah" sebagai terjemahan "God" pada bagian bahasa Melayunya. Namun, pemerintah berargumen bahwa "Allah" harusnya hanya digunakan untuk kaum Muslim.

Pengadilan memutuskan bahwa koran Katolik itu memiliki hak konstitusional untuk memakai kata "Allah", dan menyatakan tak berlaku terhadap putusan pemerintah yang terdahulu melarang penerjemahan tersebut sebagai "ilegal". "Tim pengacara pihak pemerintah belum memutuskan untuk naik banding. Tapi sejumlah kelompok Muslim telah menolak putusan itu.

"Putusan pengadilan itu tak benar, dan kami berencana mengadakan demonstrasi besar-besaran untuk memprotes," kata Syed Hassan Syed Ali, Sekjen Pribumi Perkasa Malaysia. Ia dan 50 aktivis Malaysia lainnya telah mengadakan protes kecil atas putusan itu di luar suatu masjid, Jumat (1/1/2010).

"Kami prihatin bahwa kemenangan di pengadilan tersebut akan memberi alasan bagi misionaris nasrani untuk menggunakan kata itu sehingga membuat rancu (identitas) Muslim dan mengganggu keharmonisan antaragama," tuturnya.

Penasihat Federasi Asosiasi Pelajar Malaysia, Reezal Merican, mengatakan, walaupun putusan pengadilan itu harus dihormati, pemerintah harus banding.

"Kami ingin hidup damai dengan semua agama di sini, tapi kata 'Allah' secara tradisional di Malaysia telah digunakan untuk merepresentasikan Tuhan-nya umat Muslim, yang berbeda dari Tuhan dalam kekristenan, dan ini harus diperjelas," ungkapnya.

Mufti Negara Bagian Perak Utara juga mengkritik putusan itu dan menyebutnya sebagai "penghinaan bagi umat Muslim di negara ini," seperti dikutip Utusan Malaysia yang berbahasa Melayu.

The Herald dicetak dalam empat bahasa, dengan sirkulasi 14.000 eksemplar per minggu di negara yang berpopulasi Katolik 850.000 orang itu.

Kasus pengadilan ini sebenarnya hanya merupakan satu dari serangkaian perdebatan agamawi yang telah berlangsung selama beberapa tahun yang menimbulkan ketegangan hubungan Muslim Malaysia dengan kaum minoritas seperti warga China dan India yang khawatir bahwa negara itu ter-Islamisasi.

sumber : kompas.com

Peretas Serang Situs Malaysia


Liputan6.com, Jakarta: Jejaring milik Negeri Jiran Malaysia yang berisi berisi mengenai informasi wisata, haji, dan umrah, dibajak oleh sejumlah peretas yang diduga berasal dari Indonesia, Jakarta, Rabu (30/12). Halaman utama situs internet yang dapat diakses melalui www.tajau.com/tajaubakti ini menggambarkan kekesalan hacker Indonesia dengan menaruh gambar tengkorak dan dua pedang.

Selain itu, peretas juga menuliskan sebuah pesan yang lagi-lagi meluapkan kekesalan mereka yang bertuliskan: "Jangan kau coba-coba hack situs Indonesia, karena kami akan membalas lebih kejam lagi. Satu situs kau hack, maka kami balas 100 situs kalian hacked".

Sementara itu, di sebelah kanan gambar tengkorak dengan dua pedang, terdapat gambar setan bertanduk yang sedang mengaduk cairan merah dengan latar gambar bendera Tanah Air. Para hacker tersebut juga menuliskan kata-kata makian dalam Bahasa Inggris. Para hacker mengklaim mereka berasal dari www.tukangnggame.net dan www.defacer.biz.(ASW/AYB)

sumber : liputan6.com