Buku Tamu

Kirimkan kritik dan saran untuk blog ini, silahkan kirim email ke kesini : sultankelantan@ymail.com ShoutMix chat widget

Senin, 18 Januari 2010

MALINGSIA: fikirkan sejenak...

Your Name: soffea
Your Email Address: msoffea@yahoo.com
Subject: fikirkan sejenak...
Message: salam-
-saya cuma ingin mengajak anda semua berfikir sejenak tentang implikasi terhadap apa yang berlaku di antara kita (2 buah negara islam).
-walaupun kita saling menyalahkan antara satu sama lain, memaki-hamun, marah dan ingin terus menanamkan perasaan benci sesama kita, baik kita fikirkan tentang kesan terhadap 2 negara islam sekiranya berpecah-belah. sepatutnya kita bersatupadu dan terus mengungguli asia sebagai negara islam yang maju dan dirahmati allah.
-mungkin disebabkan ada pihak ketiga yang cuba memecah-belahkan atau menghancurkan keharmonian 2 negara islam ini. janganlah kita terus terpengaruh dan bertelagah seperti sesebuah negara islam yang sekarang terus bermusuhan sesama sendiri. \"pihak ketiga hanya tersenyum kegembiraan melihat kita terus bergaduh\".
-kita fikirkan sejenak untuk kebaikan kekal bersama.
wassalam..
--
Visitor Ip: 203.82.80.8

Jumat, 15 Januari 2010

MALINGSIA: Lihat Suportermu.....

Your Name: Ganyang MalinGsia
Your Email Address: antimalaysia@maling.com
Subject: Lihat Suportermu.....
Message: Aksi Suporter Sepak Bola Malaysia......
Baru Sadar....
--
Visitor Ip: 118.96.133.87

Rabu, 13 Januari 2010

Cracker Indonesia Kembali Lumpuhkan Situs Malaysia

JAKARTA - Cracker Indonesia kembali beraksi di situs milik Malaysia. Kali ini yang menjadi korban serangan adalah situs Malaysia Natural Heritage.

Pantauan Okezone, Minggu (3/1/2010) di situs yang beralamat di http://malaysianaturalheritage.com/ tersebut menunjukkan tampilan situs tersebut telah diubah. Sebuah tulisan besar tampak jelas dalam gambar bendera Malaysia. Tulisan tersebut mengklaim bahwa situs tersebut milik Rakyat Indonesia.

"Situs ini diklaim oleh Rakyat Indonesia," demikian tulisan tersebut.

Selain itu, cracker yang menggunakan nama Arianom tersebut juga menuliskan sejumlah pesan-pesan yang menyudutkan Malaysia. seperti "Negara tak berbudaya, Suka Mencuri Kebudayaan Indonesia," tulisnya.

Aksi saling serang antara Indonesia dan Malaysia di dunia maya seolah tidak ada hentinya. Sebelumnya, pada September 2009 cracker Indonesia juga menyerang situs Malaysia.

Setidaknya sekira 50 situs Malaysia berhasil dikerjai cracker Indonesia, ketika itu. Selain mengibarkan bendera merah putih secara virtual, mereka juga menyematkan sebuah shoutbox yang memungkinkan para pengunjung situs-situs yang di-hack memberikan komentar.

Selasa, 12 Januari 2010

Kata "Allah" Masih Diperdebatkan di Malaysia


KUALA LUMPUR, KOMPAS.com — Sejumlah kelompok Muslim di Malaysia masih menyuarakan keberatan atas putusan pengadilan yang mengizinkan koran Katolik memakai kata "Allah". Berkait dengan itu, pada hari Sabtu (2/1/2010) ini mereka menyatakan akan mengadakan demonstrasi.

Pengadilan tinggi Malaysia, Kamis (31/12/2009) lalu, memutuskan bahwa koran mingguan The Herald berhak memakai kata "Allah" setelah perdebatan panjang antara pihak koran tersebut dan pemerintah negara mayoritas Muslim ini.

The Herald telah memakai "Allah" sebagai terjemahan "God" pada bagian bahasa Melayunya. Namun, pemerintah berargumen bahwa "Allah" harusnya hanya digunakan untuk kaum Muslim.

Pengadilan memutuskan bahwa koran Katolik itu memiliki hak konstitusional untuk memakai kata "Allah", dan menyatakan tak berlaku terhadap putusan pemerintah yang terdahulu melarang penerjemahan tersebut sebagai "ilegal". "Tim pengacara pihak pemerintah belum memutuskan untuk naik banding. Tapi sejumlah kelompok Muslim telah menolak putusan itu.

"Putusan pengadilan itu tak benar, dan kami berencana mengadakan demonstrasi besar-besaran untuk memprotes," kata Syed Hassan Syed Ali, Sekjen Pribumi Perkasa Malaysia. Ia dan 50 aktivis Malaysia lainnya telah mengadakan protes kecil atas putusan itu di luar suatu masjid, Jumat (1/1/2010).

"Kami prihatin bahwa kemenangan di pengadilan tersebut akan memberi alasan bagi misionaris nasrani untuk menggunakan kata itu sehingga membuat rancu (identitas) Muslim dan mengganggu keharmonisan antaragama," tuturnya.

Penasihat Federasi Asosiasi Pelajar Malaysia, Reezal Merican, mengatakan, walaupun putusan pengadilan itu harus dihormati, pemerintah harus banding.

"Kami ingin hidup damai dengan semua agama di sini, tapi kata 'Allah' secara tradisional di Malaysia telah digunakan untuk merepresentasikan Tuhan-nya umat Muslim, yang berbeda dari Tuhan dalam kekristenan, dan ini harus diperjelas," ungkapnya.

Mufti Negara Bagian Perak Utara juga mengkritik putusan itu dan menyebutnya sebagai "penghinaan bagi umat Muslim di negara ini," seperti dikutip Utusan Malaysia yang berbahasa Melayu.

The Herald dicetak dalam empat bahasa, dengan sirkulasi 14.000 eksemplar per minggu di negara yang berpopulasi Katolik 850.000 orang itu.

Kasus pengadilan ini sebenarnya hanya merupakan satu dari serangkaian perdebatan agamawi yang telah berlangsung selama beberapa tahun yang menimbulkan ketegangan hubungan Muslim Malaysia dengan kaum minoritas seperti warga China dan India yang khawatir bahwa negara itu ter-Islamisasi.

sumber : kompas.com

Peretas Serang Situs Malaysia


Liputan6.com, Jakarta: Jejaring milik Negeri Jiran Malaysia yang berisi berisi mengenai informasi wisata, haji, dan umrah, dibajak oleh sejumlah peretas yang diduga berasal dari Indonesia, Jakarta, Rabu (30/12). Halaman utama situs internet yang dapat diakses melalui www.tajau.com/tajaubakti ini menggambarkan kekesalan hacker Indonesia dengan menaruh gambar tengkorak dan dua pedang.

Selain itu, peretas juga menuliskan sebuah pesan yang lagi-lagi meluapkan kekesalan mereka yang bertuliskan: "Jangan kau coba-coba hack situs Indonesia, karena kami akan membalas lebih kejam lagi. Satu situs kau hack, maka kami balas 100 situs kalian hacked".

Sementara itu, di sebelah kanan gambar tengkorak dengan dua pedang, terdapat gambar setan bertanduk yang sedang mengaduk cairan merah dengan latar gambar bendera Tanah Air. Para hacker tersebut juga menuliskan kata-kata makian dalam Bahasa Inggris. Para hacker mengklaim mereka berasal dari www.tukangnggame.net dan www.defacer.biz.(ASW/AYB)

sumber : liputan6.com