Buku Tamu

Kirimkan kritik dan saran untuk blog ini, silahkan kirim email ke kesini : sultankelantan@ymail.com ShoutMix chat widget

Jumat, 23 Oktober 2009

Malaysia Belajar Bulu Tangkis dari Indonesia


Pelatih Malaysia mengakui harus belajar banyak dengan Indonesia pada Sirkuit Nasional Bulu Tangkis, Piala Gubernur Sumatera utara, di Medan pada 11-17 Oktober. Pertandingan itu diikuti tujuh negara, yakni Amerika Serikat, China, Malaysia, Afrika Selatan, Belgia, Inggris, dan tuan rumah Indonesia. Serta dihadirkan enam pebulutangkis Malaysia.

"Kami harus lebih banyak mencari pengalaman dengan cara sering mengikuti berbagai kejuaraan bulu tangkis yang digelar di Indonesia," kata pelatih bulu tangkis Penang, Malaysia, Lee Kim Sai di Medan, Senin (19/10).

Kim Sai mengatakan, dengan seringnya pebulutangkis Malaysia mengikuti kejuaraan di Indonesia akan menambah wawasan dan pengalaman tanding bagi atlet mereka yang masih muda. Pengalaman tanding itu sangat penting bagi atlet untuk mengembangkan potensi diri serta meningkatkan prestasi.

Menurutnya, tak ada seorang atlet langsung bisa menjadi pebulutangkis yang hebat tanpa sering berlatih dan mengikuti kejuaraan baik di dalam maupun di luar negeri. "Itu lah yang akan dicontoh Malaysia, seperti yang selama ini dilakukan para pebulutangkis Indonesia," katanya seperti dilansir Antara.

Selanjutnya, ia memuji pembinaan atlet yang baik di Indonesia. "Kita salut dengan pembinaan bulu tangkis di Indonesia yang sukses. Indonesia banyak melahirkan juara juara baru tingkat dunia," ujarnya.

Kim mengatakan, atletnya masih kurang pengalaman dan perlu pembinaan lebih terarah lagi untuk meningkatkan prestasi. Kurangnya pembinaan menyebabkan kegagalan pebulutangkis Malaysia merebut salah satu gelar di kejuaraan tersebut. "Kami berencana akan mengirimkan beberapa atlet untuk belajar atau berlatih bulu tangkis ke Indonesia," tutupnya.

sumber : tvone.co.id

Catatan : "ya!, harus banyak belajar memang. jangan hanya bisa mencontek dan mengklaim saja. dari dulu juga indonesia adalah guru yang baik untuk malaysia, cuma seperti kata pepatah" bagai kacang lupa kulitnya". karena sipat yang sombong dan tinggi hati, malaysia menutup mata dan enggan mengakui indonesia sebagai guru dan gudang ilmu untuk rakyat malaysia. tapi tidak apalah, mungkin memang sudah wataknya begitu. Maklum orang kaya baru....