Buku Tamu

Kirimkan kritik dan saran untuk blog ini, silahkan kirim email ke kesini : sultankelantan@ymail.com ShoutMix chat widget

Rabu, 13 Oktober 2010

MALINGSIA: Malingsia National song!

Your Name*:Lutfi
Country:Indonesia
Subject*:Malingsia National song!
Message*:Tanah tumpahnya bucengku,
Rakyat sengsara lapar jeung modar,
Takan bahagia
Iblis berikan,
Raja kita
Mampos dan sengsara,

Takan bahagia
Tuhan kurniakan
Laknat bagi kita
Selalu senang
Selalu mengeluh
Tak dapat kebahagiaan
Send files:
:



Powered by EmailMeForm

Sabtu, 04 September 2010

Bukan Hanya Suka Maling Ternyata Nipu Juga

Jakarta – Judith, salah satu praktisi IT, menerima banyak sekali laporan mengenai penipuan yang dilakukan jaringan penipu pengobral cinta, Nigerian Sweetheart Scam. Judith pun berusaha mencari tahu siapa sesungguhnya penipu itu.
Judith memulai dengan melacak  internet protocol (IP) Address yang digunakan para pria yang mengaku bule kaya raya itu untuk merayu para korbannya. Hasilnya mencengangkan. 99 Persen IP Address itu berada di Malaysia.
"99 Persen dari Malaysia, hanya satu persen dari Nigeria," kata Judith saat berbincang dengan detikcom, Jumat (3/9/2010). Judith memiliki semua data-data tersebut.
Judith mengatakan penipuan dengan modus seperti itu mulai marak sejak tahun 2007. Hingga kini, korban-korban masih terus berjatuhan.
Judith mengatakan, para penipu ini sangat lihai menggunakan teknologi internet untuk melakukan penipuan. Salah satunya, gerombolan penipu yang diduga adalah orang-orang Nigeria, India, yang tinggal di Malaysia ini menggunakan telepon voice over internet protocol (Voip) agar sulit terlacak.
"Dengan teknologi ini, sangat sulit untuk dilacak, tapi bukan berarti tidak bisa ya," kata Judith.
Judith pun berharap, polisi tidak tinggal diam dengan masalah ini. Jika dibiarkan, penipuan dengan modus operandi seperti ini akan terus merajalela dan tidak akan pernah tersentuh hukum.
"Ini PR untuk para penegak hukum, bagaimana mereka bisa melacak kasus ini," kata Judith.
(ken/nrl)

Batalion 641 Beruang Berangkat Ke Perbatasan Malaysia


SINGKAWANG, TRIBUN – Komandan Brigade Infanteri 19/Khatulistiwa, Letkol Inf Rochadi, melepas satu batalion plus 641 Beruang, yang akan bertugas di perbatasan RI-Malaysia.

"Rencananya penugasan ini pascalebaran. Karena berbagai dinamika dan lain hal, kita berangkatkan sekarang. Ini perintah dari Mabes TNI," jelas Rochadi, kepada Tribun, Rabu (1/9).

Batalion ini akan menggantikan Batalion 642 Sintang, yang sebelumnya ditugaskan diperbatasan RI-Malaysia.

Para personil tersebut menempati 31 pos yang ada di perbatasan, diantanya, Entikong, Kabupaten Sanggau, Tanjung Datuk, Badau, Sajingan, Bengkayang, Sambas dan daerah lain yang berbatasan langsung dengan Malaysia.

"Ini tugas mulia, prajurit harus bangga mengemban amanah ini, ini bentuk pengabdian kepada Nusa dan Bangsa, jangan kecil hati, kalau kecil hati, lebih baik mundur dari prajurit, kalau sudah tugas, besok lebaran, sekarang ditugaskan, harus berangkat," tegas Rochadi lagi.

Rochadi juga meminta kepada para istri prajurit untuk mendukung sepenuhnya para suami yang bertugas dan senantiasa berdoa terhadap keselamatan para prajurit.

Inilah Pidato Bung Karno Untuk Malaysia


JAKARTA – Perseteruan antara Indonesia dan Malaysia kembali mencuat. Ketegagan negeri serumpun kali ini dipicu dari ditangkap dan disiksanya tiga petugas kelautan Indonesia oleh kepolisian Malaysia.

Kejadian ini mengingatkan kita akan sejarah. Dimana, pada tahun 1962-1966 Indonesia juga sempat terlibat cekcok dengan Negri Jiran. Kala itu, persoalan dipicu ulah Malaysia yang dahulu dikenal dengan Persekutuan Tanah Melayu ingin menggabungkan Brunei, Sabah, dan Serawak menjadi Federasi Malaysia.

Tindakan tersebut, sontak saja dikecam oleh Presiden Indonesia yang kala itu dijabat Soekarno. Bung Karno menilai, Malaysia adalah boneka Inggris, dan langkah tersebut akan mengganggu keamanan di Indonesia. Bung Karno memproklamirkan gerakan ”Ganyang Malaysia” melalui pidato bersejarah pada 12 April 1963. Berikut kutipan pidato Sang Proklamator Indonesia tersebut;

Kalau kita lapar itu biasa
Kalau kita malu itu juga biasa
Namun kalau kita lapar atau malu itu karena Malaysia, kurang ajar!

Kerahkan pasukan ke Kalimantan hajar cecunguk Malayan itu!
Pukul dan sikat jangan sampai tanah dan udara kita diinjak-injak oleh Malaysian keparat itu.

Doakan aku, aku kan berangkat ke medan juang sebagai patriot Bangsa, sebagai martir Bangsa dan sebagai peluru Bangsa yang tak mau diinjak-injak harga dirinya.

Serukan serukan ke seluruh pelosok negeri bahwa kita akan bersatu untuk melawan kehinaan ini kita akan membalas perlakuan ini dan kita tunjukkan bahwa kita masih memiliki gigi yang kuat dan kita juga masih memiliki martabat.

Yoo… ayoo… kita… Ganjang…
Ganjang… Malaysia…
Ganjang… Malaysia
Bulatkan tekad
Semangat kita badja
Peluru kita banjak
Njawa kita banjak
Bila perlu satoe-satoe!

Menyikapi pidato Bung Karno, Malaysia pun murka. Mereka mendemo Kedubes RI di Kualalumpur dan merobek-robek foto Soekarno. Bahkan, demonstran juga sempat membawa lambang burung garuda kepada Tunku Abdul Rahman dan meminta agar dia menginjaknya.

Namun, polemik tersebut mereda setelah posisi Soekarno digantikan Soeharto. Pada 28 Mei 1966, Indonesia dan Malaysia pun sepakat untuk berdamai, dan penandatanganan perdamaian dilakukan pada 11 Agustus.
(teb)

Waspada! Malaysia Kirim Kopi Narkoba Ke Indonesia


INILAH.COM, Jakarta – Satuan Reserse Narkoba Jakarta Barat menggrebek sebuah gudang di daerah Dadap, Tangerang, milik LCW, yang menjadi tempat penyimpanan kopi bercampur narkoba buatan Malaysia.

Kapolres Jakarta Barat, Kombes Yazid Fanani mengatakan, LCW menjual kopi campuran narkoba jenis kethamine. Dari tangan WNI, polisi menyita 20 paket kopi narkoba.

"Ya, kita memang ada penangkapan," kata Kapolres Jakarta Barat, Kompol Yazid Fanani saat dihubungi, Rabu (1/9).

Sementara itu, Kasat Narkoba Polres Jakarta Barat, Kompol Kristian Siagian mengatakan, kopi narkoba yang disita tersebut bermerk King White`.

"Sampulnya produk Malaysia. Campuran kethaminenya belum tahu berapa banyak," jelasnya.

Kristian Siagian, kasus ini akan terus ditelusuri. "Kopi bercampur narkoba ini jangan sampe beredar ke masyarakat nantinya," ujar Kristian Siagian.

Sebelumnya, Satuan Reserse Nakorba Polres Metro Jakarta Barat menggerebek pabrik sabu-sabu di Jalan Duri Kosambi Baru, Perumahan Kosambi Baru Blok E4 nomor 12, Kelurahan Duri Kosambi, Kecamatan Cengkareng. Jakarta Barat, Senin pagi

Polisi menyita 15 kg bahan sabu-sabu dan 3 ons sabu-sabu siap edar serta alat-alat pembuat sabu-sabu lainnya. Harga bahan baku obat terlarang itu mencapai miliaran rupiah.

Tersangka AW alias Acun (49) hingga kini masih diperiksa. Menurut pengakuannya kepada polisi, ia sudah 8 bulan menjalankan usaha ilegal itu.

"Rumah yang dijadikan pabrik sabu-sabu adalah miliknya dan ia tinggal bersama istrinya yang sekarang mengidap penyakit kanker tulang," ungkap Kristian Siagian di Polres Jakarta Barat. [bar/mah]

Inilah.com
http://fc00.deviantart.com/fs46/f/2009/207/5/a/KAMI_TIDAK_TAKUT_by_pujanggadesaininc.jpg