Buku Tamu
Kirimkan kritik dan saran untuk blog ini, silahkan kirim email ke kesini : sultankelantan@ymail.com
ShoutMix chat widget
Sabtu, 08 Januari 2011
Malingsia Anthem
Terima kasih untuk yang telah membuat video Malingsia Athem
Banyak gambar yang ada di dalam video ,terima kasih telah memuat gambar karya dari versus-malingsia.blogspot.com ke dalam video MALINGSIA ATHEM
Banyak gambar yang ada di dalam video ,terima kasih telah memuat gambar karya dari versus-malingsia.blogspot.com ke dalam video MALINGSIA ATHEM
Rabu, 13 Oktober 2010
MALINGSIA: Malingsia National song!
| Your Name*: | Lutfi |
| Country: | Indonesia |
| Subject*: | Malingsia National song! |
| Message*: | Tanah tumpahnya bucengku, Rakyat sengsara lapar jeung modar, Takan bahagia Iblis berikan, Raja kita Mampos dan sengsara, Takan bahagia Tuhan kurniakan Laknat bagi kita Selalu senang Selalu mengeluh Tak dapat kebahagiaan |
| Send files: | |
| : |
Powered by EmailMeForm
Sabtu, 04 September 2010
Bukan Hanya Suka Maling Ternyata Nipu Juga
Jakarta – Judith, salah satu praktisi IT, menerima banyak sekali laporan mengenai penipuan yang dilakukan jaringan penipu pengobral cinta, Nigerian Sweetheart Scam. Judith pun berusaha mencari tahu siapa sesungguhnya penipu itu.
Judith memulai dengan melacak internet protocol (IP) Address yang digunakan para pria yang mengaku bule kaya raya itu untuk merayu para korbannya. Hasilnya mencengangkan. 99 Persen IP Address itu berada di Malaysia.
"99 Persen dari Malaysia, hanya satu persen dari Nigeria," kata Judith saat berbincang dengan detikcom, Jumat (3/9/2010). Judith memiliki semua data-data tersebut.
Judith mengatakan penipuan dengan modus seperti itu mulai marak sejak tahun 2007. Hingga kini, korban-korban masih terus berjatuhan.
Judith mengatakan, para penipu ini sangat lihai menggunakan teknologi internet untuk melakukan penipuan. Salah satunya, gerombolan penipu yang diduga adalah orang-orang Nigeria, India, yang tinggal di Malaysia ini menggunakan telepon voice over internet protocol (Voip) agar sulit terlacak.
"Dengan teknologi ini, sangat sulit untuk dilacak, tapi bukan berarti tidak bisa ya," kata Judith.
Judith pun berharap, polisi tidak tinggal diam dengan masalah ini. Jika dibiarkan, penipuan dengan modus operandi seperti ini akan terus merajalela dan tidak akan pernah tersentuh hukum.
"Ini PR untuk para penegak hukum, bagaimana mereka bisa melacak kasus ini," kata Judith.
(ken/nrl)
Judith memulai dengan melacak internet protocol (IP) Address yang digunakan para pria yang mengaku bule kaya raya itu untuk merayu para korbannya. Hasilnya mencengangkan. 99 Persen IP Address itu berada di Malaysia.
"99 Persen dari Malaysia, hanya satu persen dari Nigeria," kata Judith saat berbincang dengan detikcom, Jumat (3/9/2010). Judith memiliki semua data-data tersebut.
Judith mengatakan penipuan dengan modus seperti itu mulai marak sejak tahun 2007. Hingga kini, korban-korban masih terus berjatuhan.
Judith mengatakan, para penipu ini sangat lihai menggunakan teknologi internet untuk melakukan penipuan. Salah satunya, gerombolan penipu yang diduga adalah orang-orang Nigeria, India, yang tinggal di Malaysia ini menggunakan telepon voice over internet protocol (Voip) agar sulit terlacak.
"Dengan teknologi ini, sangat sulit untuk dilacak, tapi bukan berarti tidak bisa ya," kata Judith.
Judith pun berharap, polisi tidak tinggal diam dengan masalah ini. Jika dibiarkan, penipuan dengan modus operandi seperti ini akan terus merajalela dan tidak akan pernah tersentuh hukum.
"Ini PR untuk para penegak hukum, bagaimana mereka bisa melacak kasus ini," kata Judith.
(ken/nrl)
Langganan:
Postingan (Atom)