Buku Tamu

Kirimkan kritik dan saran untuk blog ini, silahkan kirim email ke kesini : sultankelantan@ymail.com ShoutMix chat widget

Sabtu, 04 September 2010

TPI Siap Hentikan Upin-Ipin!

Jakarta – Televisi Pendidikan Indonesia (TPI) menghormati usulan Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan untuk menghentikan program tayangan Upin-Ipin, sebagai gertakan ringan pada Malaysia. TPI akan menghentikan tayangan edukatif itu jika ada keputusan embargo pemerintah terhadap produk Malaysia.

"Kita akan lihat, kalau itu keputusan politik, dari putusan pemerintah (meminta) kita harus melakukan embargo produk Malaysia, kita akan taati," ujar Corporate Secretary TPI, Wijaya Kusuma Soebroto, kepada detikcom, Senin (30/8/2010).

Wijaya menuturkan Upin-Ipin merupakan salah satu program unggulan TPI. Wijaya mengaku bukannya menolak usulan Taufik itu, namun selama tidak ada keputusan embargo dari pemerintah, tentunya pertimbangan bisnis harus dipikirkan.

Wijaya menambahkan, hingga kini pihaknya belum menemukan animator Indonesia yang memiliki kreativitas setara dengan Upin-Ipin. Miniseri Upin-Ipin itu bersifat universal.

"Upin-Ipin itu berlaku universal. Kita ambil Upin-Ipin juga karena banyak nilai moral dan pembelajaran dalam film itu. Seperti mengajarkan cuci tangan sebelum makan," kata Wijaya.

Sebelumnya, Wakil Ketua Taufik Kurniawan mengusulkan stasiun televisi untuk menghentikan tayangan Upin-Ipin yang menunjukkan representasi industri Malaysia. Dengan melarang stasiun TV menayangkan film ini, Taufik meyakini Pemerintah Malaysia akan memahami semangat Indonesia menjaga kedaulatan.

"Tentunya paling tidak Pemerintah Indonesia harus mencoba gertakan diplomasi yang enteng-enteng seperti memblokir film seri Upin-Ipin yang dibuat Malaysia," usulnya. (nik/nrl)

UMM Tolak Calon Dokter Dari Malaysia


Malang – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dengan tegas menolak mahasiswa dari Malaysia menimba ilmu di bidang kedokteran dan farmasi. Pasalnya, peralatan canggih dan biaya mahal milik negara di Fakultas Kedokteran hanya sarana belajar mahasiswa dalam negeri.

"Kami secara jelas menolak mahasiswa dari Malaysia, begitu juga dari negara lain. Karena fasilitas kita gunakan bukan untuk memberikan ilmu kepada bangsa lain. Dan juga melanggar peraturan untuk melakukan itu," kata Rektor UMM Muhajjir Efendi kepada wartawan di Kampus UMM Jalan Raya Sumbersari, Senin (30/8/2010).

Muhajjir membantah sikap ini terkait hubungan yang tengah memanas antara Indonesia dengan negeri jiran itu. Namun hal itu merupakan kebijakan dari UMM
sendiri. "Kalau belajar di jurusan dan fakultas lain, kami persilahkan saja," terangnya.

Sampai saat ini, kata dia, sekitar 20 mahasiswa asal Malaysia telah belajar di lembaga pendidikan dipimpinnya itu. Mereka belajar di fakultas dan jurusan selain kedokteran dan farmasi. "Ada 20 mahasiswa Malaysia yang belajar di sini, tapi tidak di fakultas kedokteran dan jurusan farmasi," ungkapnya.

Muhajjir menyesalkan universitas negeri yang memberikan keleluasaan terhadap mahasiswa asing belajar di Fakultas Kedokteran dan jurusan farmasi. Padahal fasilitas itu milik negara dan dilarang keras dipergunakan untuk orang asing. Negara-negara maju telah menerapkan langkah tersebut dengan melarang mahasiswa asing belajar menggunakan fasilitas negara yang biaya mahal dan canggih. "Di Inggris aja juga tidak boleh," tegasnya. (fat/fat)

detik.com

Boikot Upin Dan Ipin


Jakarta – Sikap tegas Pemerintah dalam menyelesaikan konflik dengan Malaysia terus dituntut. Pemerintah harus membuat terobosan diplomasi ringan, misalnya menghentikan tayangan film anak besutan Malaysia, Upin-Upin, dengan film anak produk lokal, Si Unyil. Tujuannya untuk menggugah kesadaran Malaysia akan pentingnya keharmonisan bertetangga.

"Tentunya paling tidak Pemerintah Indonesia harus mencoba gertakan diplomasi yang enteng-enteng seperti memblokir film seri Upin-Ipin yang dibuat Malaysia," ujar Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan kepada detikcom, Senin (30/8/2010).

Taufik menuturkan, film Upin-Ipin juga menunjukkan representasi industri Malaysia. Dengan melarang Stasiun TV menayangkan film ini, Taufik meyakini Pemerintah Malaysia akan memahami semangat Indonesia menjaga kedaulatan.

"Stasiun TV yang menayangkan agar menggantinya dengan tayangan film seri Si Unyil untuk menunjukkan nasionalisme kita," imbuh Taufik.

Terobosan diplomasi sekecil apa pun, menurut Taufik, akan menyentuh Malaysia. Apalagi, Malaysia sedang marah karena demonstrasi yang diwarnai aksi pelemparan tinja ke Kedubes Malaysia di Indonesia.

"Mencermati respons dari PM Malaysia yang terkesan tidak mau mengalah, Pemerintah seharusnya sangat serius melancarkan terobosan diplomasi. Sebab, Malaysia sangat serius terhadap persoalan sengketa perbatasan dengan Indonesia. Cara-cara unik seperti ini mungkin akan mencairkan hubungan kedua negara," harapnya.
(van/nrl)

Derby Romero: Perang Aja Sama Malaysia!

Derby Romero geram melihat sikap Malaysia yang pongah tak mau meminta maaf kepada Indonesia setelah kasus penangkapan tiga petugas DKP. Derby berseloroh, sekalian saja perang dengan Malaysia.

"Kalau mereka enggak merasa bersalah, perang aja. Tapi bercanda gue. Kayak di game-game gitu," tutur Derby yang ditemui di Studio RCTI, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Senin (30/8/2010).

Seperti diketahui, tiga orang petugas Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Kepulauan Riau ditangkap oleh Marine Police Malaysia (MPM) di perairan Tanjung Berakit, Bintan, 13 Agustus 2010. Mereka ditangkap ketika memergoki lima kapal nelaya Malaysia tengah melakukan pencurian ikan di perairan Indonesia.

Derby berharap kasus tersebut segera mendapat penanganan serius dari pemerintah.

"Gue berharap ini bisa lebih cepat ditindaklanjuti. Apa kek yang pemerintah bisa lakukan untuk menangani masalah ini. Bawa ke pengadilan kek. Yang pasti pemerintah harus bereaksi kepada Malaysia," saran Derby.

Kekasih Dinda Kanyadewi ini makin sebal dengan Malaysia ketika beredar situs blog yang menjelek-jelekkan Indonesia.

"Apalagi beredar juga blog orang Malaysia yang ngomongin macam-macam. Buat gue sebagai orang awam, itu sudah ngajakin perang. Itu melecehkan banget. Apalagi lagu Indonesia sempat dibajak juga," katanya.

Menurut pelantun lagu Gelora Asmara ini, sikap yang diambil pemerintah Indonesia saat ini ada sisi positifnya.

"Mungkin sisi positifnya adalah pemerintahan Indonesia dan Malaysia menghindari peperangan. Tapi sebaiknya mereka berdua harus bertemu. Karena secara tidak sadar, Indonesia dan Malaysia seperti balas membalas terus," sarannya.

Derby menegaskan, Malaysia tetap harus meminta maaf kepada Indonesia. "Malaysia harus minta maaf karena sudah melecehkan kita," tegasnya.(ang)

MALINGSIA: serdadu

Your Name*:hendra
Country:Indonesia
Subject*:serdadu
Message*:Jajah malaysia sampai 2075.
Send files:
:



Powered by EmailMeForm

http://fc00.deviantart.com/fs46/f/2009/207/5/a/KAMI_TIDAK_TAKUT_by_pujanggadesaininc.jpg